Muara Teweh (Antara Kalteng) - Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar sosialisiasi perencanaan program kegiatan tanaman pangan 2015.
"Sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan produksi pertanian di daerah ini pada musim tanam tahun depan," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Barito Utara Setia Budi di Muara Teweh, Rabu.
Dia menjelaskan para petani dan pihak lainnya agar mengupayakan peningkatan produksi pertanian padi, jagung, dan kedelai, dalam rangka terwujudnya target swasembada berkelanjutan di Barito Utara.
Langkah itu, katanya, di antaranya dengan cara meningkatkan kemampuan lahan-lahan yang telah ada sampai dengan titik optimalnya.
"Hasil survei pertanian untuk satu hektare lahan sawah bila dikelola dengan benar-benar bisa menghasilkan lima sampai enam ton padi," kata dia.
Namun, kata Budi, jika hasil panen petani di bawah itu, misalnya hanya dua ton, berarti ada yang tidak pas dalam pengelolaannya.
Hal itu, katanya, harus diperhatikan, baik penggunaan bibit, pupuk, obat-obatan, maupun lainnya.
Dengan cara perluasan lahan untuk pertanian dan sesuai pendataan pihaknya, lahan persawahan di Barito Utara sekitar 2.000 hektare, meliputi Kecamatan Gunung Timang, Teweh Selatan, dan Montallat.
Jumlah itu, katanya, masih perlu penambahan 1.000 sampai 1.500 hektare untuk dapat mencapai swasemda beras berkelanjutan.
"Adanya penambahan, maka produksi hasil pertanian padi di Kabupaten Barito Utara dengan sistem pengelolaan yang baik dan dua kali penanaman satu tahun ditaksir dapat mencapai 30 ribu ton per tahun, sedangkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Barito Utara hanya 27 ribu ton per tahun," kata Budi.
(T.K009/B/M029/M029)
Dinas Pertanian Barito Utara Sosialisasi Tanaman Pangan
Rabu, 26 November 2014 8:47 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)
Pewarta : Kasriadi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026