Dinkes: Baru 46 Persen Ibu Berikan ASI Eksklusif
Jumat, 31 Juli 2015 8:57 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Dr Suprastija Budi (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat baru sekitar 46 persen ibu di provinsi ini yang memberi air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi hingga berumur dua tahun.
Padahal hasil penelitian bahkan ajaran agama menyebut pemberian ASI ekslusif wajib diberikan selama dua tahun, kata Kepala Dinkes Kalteng Suprastija Budi di Palangka Raya, Selasa.
"Tapi memang minimnya ibu memberi ASI ekslusif kepada bayi selama dua tahun bukan hanya di Kalteng. Data nasional juga menunjukkan hanya 42 persen ibu beri ASI ekslusif selama dua tahun sejak dilahirkan," ucapnya.
Belum optimalnya kesadaran para ibu memberi ASI eksklusif tersebut, membuat Dinas Kesehatan Pemprov Kalteng gencar mengkampanyekan 1.000 hari pertama sangat penting bagi kehidupan manusia.
Suprastija mengatakan, kampanye tersebut juga menggandeng Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan PKK tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalteng, dengan harapan kesadaran para ibu semakin meningkat dan memahami 1.000 hari pertama hingga pemberian ASI eksklusif.
"Seribu hari pertama itu sejak lahir, tapi saat masih di kandungan. Itulah kenapa para ibu harus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran saat masih mengandung hingga menyusui," kata Suprastija.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan sekarang ini seluruh Negara di dunia berlomba menciptakan generasi terbaik yang berguna dan mampu memajukan negaranya, sehingga ASI satu cara menciptakan generasi terbaik tersebut.
"Indonesia, khususnya provinsi Kalteng jangan sampai tertinggal melahirkan dan menciptakan generasi terbaik. Saya yakin asi eksklusif yang didukung gizi seimbang mampu mewujudkan itu," ucap Teras Narang.
Gubernur dua periode dan akan berakhir masa baktinya pada 4 Agustus 2015 itu.
Dia menegaskan apabila para ibu di provinsi ini tidak menjaga kesehatan, sembarangan mengkonsumsi makanan serta kurang optimal memberikan ASI kepada anaknya, jangan menyalahkan atau sedih jika kualitas anak dari daerah lain lebih berkualitas.
Teras mengatakan, kualitas anak itu tergantung upaya dari para orang tua, khususnya para ibu. Sebab, ibu yang mengandung hingga melahirkan serta menyusuinya.
"Saya mengharapkan masyarakat, khususnya para ibu di Kalteng ini konsisten memberikan ASI kepada anaknya dari lahir hingga berumur 1.000 hari," demikian Teras Narang.
Padahal hasil penelitian bahkan ajaran agama menyebut pemberian ASI ekslusif wajib diberikan selama dua tahun, kata Kepala Dinkes Kalteng Suprastija Budi di Palangka Raya, Selasa.
"Tapi memang minimnya ibu memberi ASI ekslusif kepada bayi selama dua tahun bukan hanya di Kalteng. Data nasional juga menunjukkan hanya 42 persen ibu beri ASI ekslusif selama dua tahun sejak dilahirkan," ucapnya.
Belum optimalnya kesadaran para ibu memberi ASI eksklusif tersebut, membuat Dinas Kesehatan Pemprov Kalteng gencar mengkampanyekan 1.000 hari pertama sangat penting bagi kehidupan manusia.
Suprastija mengatakan, kampanye tersebut juga menggandeng Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan PKK tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalteng, dengan harapan kesadaran para ibu semakin meningkat dan memahami 1.000 hari pertama hingga pemberian ASI eksklusif.
"Seribu hari pertama itu sejak lahir, tapi saat masih di kandungan. Itulah kenapa para ibu harus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran saat masih mengandung hingga menyusui," kata Suprastija.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan sekarang ini seluruh Negara di dunia berlomba menciptakan generasi terbaik yang berguna dan mampu memajukan negaranya, sehingga ASI satu cara menciptakan generasi terbaik tersebut.
"Indonesia, khususnya provinsi Kalteng jangan sampai tertinggal melahirkan dan menciptakan generasi terbaik. Saya yakin asi eksklusif yang didukung gizi seimbang mampu mewujudkan itu," ucap Teras Narang.
Gubernur dua periode dan akan berakhir masa baktinya pada 4 Agustus 2015 itu.
Dia menegaskan apabila para ibu di provinsi ini tidak menjaga kesehatan, sembarangan mengkonsumsi makanan serta kurang optimal memberikan ASI kepada anaknya, jangan menyalahkan atau sedih jika kualitas anak dari daerah lain lebih berkualitas.
Teras mengatakan, kualitas anak itu tergantung upaya dari para orang tua, khususnya para ibu. Sebab, ibu yang mengandung hingga melahirkan serta menyusuinya.
"Saya mengharapkan masyarakat, khususnya para ibu di Kalteng ini konsisten memberikan ASI kepada anaknya dari lahir hingga berumur 1.000 hari," demikian Teras Narang.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPRD Kalteng apresiasi kesigapan polda gagalkan peredaran sabu 46 kg
22 September 2025 17:06 WIB
Pemkab Kobar segera lelang 46 zona parkir pada Maret hingga 31 Desember 2025
18 February 2025 17:49 WIB, 2025
Penyelundupan 46 ton Bawang Bombay di Pelabuhan Dwikora Pontianak digagalkan
08 February 2025 23:44 WIB, 2025
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Jaga stabilitas suplai BBM, Gubernur Kalteng minta penambahan Fuel Terminal Pertamina
10 May 2026 10:21 WIB
Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan hadirkan perlindungan pelaku usaha rentan di Kalteng
08 May 2026 20:30 WIB