Motoris Penyeberangan Andalkan Kompas Terobos Kabut Asap
Rabu, 23 September 2015 11:15 WIB
Kabut asap akibat kebakaran lahan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur makin parah. Motoris feri penyeberangan mengandalkan kompas karena jarak pandang sangat pendek. (Foto Antara Kalteng/Norjani)
Sampit (Antara Kalteng) - Asap pekat pada pagi hari sangat mengganggu jarak pandang di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membuat motoris hanya mengandalkan kompas sebagai petunjuk arah.
"Kalau saat asap pekat, kompas ini sangat membantu walaupun kami harus perlahan dan tetap melihat situasi supaya tidak bertabrakan dengan kapal lain. Asapnya pada pagi hari sangat parah," kata Agansyah, motoris penyeberangan Baamang-Seranau di Sampit, Selasa.
Agansyah menunjukkan kompas kecil yang biasa digunakannya saat kabut asap. Kompas yang dipinjamnya dari kerabatnya itu digunakannya menjadi petunjuk arah agar feri yang dibawanya menyeberangi sungai selebar hampir 600 meter itu tidak melenceng arah.
Dia tetap harus mengoperasikan ferinya meski saat kabut pekat karena masyarakat sangat membutuhkannya. Tiap hari ratusan warga terdiri dari pegawai negeri, pelajar maupun masyarakat umum, membutuhkan jasa feri miliknya untuk menyeberang sungai.
"Pernah juga ketika asap sangat pekat kami menunda keberangkatan karena khawatir tabrakan dengan kapal lain," kata Agansyah.
Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Mentaya, Iptu Mahmud mengimbau motoris untuk lebih berhati-hati saat kabut asap. Keselamatan harus diutamakan, apalagi angkutan sungai membawa angkutan penumpang cukup banyak.
"Kami meminta motoris berhati-hati. Ini katanya hanya ada yang pakai kompas. Kami imbau armada dilingkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung, sirine dan lampu untuk memberi tanda agar tidak terjadi tabrakan. Kurangi kecepatan, kurangi muatan dan lengkapi alat keselamatan," harap Mahmud.
Transportasi sungai kini menjadi andalan setelah transportasi darat dan udara terganggu akibat asap. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan berlalu lintas dan membantu menanggulangi kebakaran lahan dan asap.
"Kalau saat asap pekat, kompas ini sangat membantu walaupun kami harus perlahan dan tetap melihat situasi supaya tidak bertabrakan dengan kapal lain. Asapnya pada pagi hari sangat parah," kata Agansyah, motoris penyeberangan Baamang-Seranau di Sampit, Selasa.
Agansyah menunjukkan kompas kecil yang biasa digunakannya saat kabut asap. Kompas yang dipinjamnya dari kerabatnya itu digunakannya menjadi petunjuk arah agar feri yang dibawanya menyeberangi sungai selebar hampir 600 meter itu tidak melenceng arah.
Dia tetap harus mengoperasikan ferinya meski saat kabut pekat karena masyarakat sangat membutuhkannya. Tiap hari ratusan warga terdiri dari pegawai negeri, pelajar maupun masyarakat umum, membutuhkan jasa feri miliknya untuk menyeberang sungai.
"Pernah juga ketika asap sangat pekat kami menunda keberangkatan karena khawatir tabrakan dengan kapal lain," kata Agansyah.
Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Mentaya, Iptu Mahmud mengimbau motoris untuk lebih berhati-hati saat kabut asap. Keselamatan harus diutamakan, apalagi angkutan sungai membawa angkutan penumpang cukup banyak.
"Kami meminta motoris berhati-hati. Ini katanya hanya ada yang pakai kompas. Kami imbau armada dilingkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung, sirine dan lampu untuk memberi tanda agar tidak terjadi tabrakan. Kurangi kecepatan, kurangi muatan dan lengkapi alat keselamatan," harap Mahmud.
Transportasi sungai kini menjadi andalan setelah transportasi darat dan udara terganggu akibat asap. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan berlalu lintas dan membantu menanggulangi kebakaran lahan dan asap.
Pewarta : Norjani
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung Indonesia bebas asap, PT KLR dan TSA gelar sosialisasidan pelatihan pengendalian karhutla
28 August 2025 10:48 WIB
Palangka Raya mulai diselimuti kabut asap, masyarakat diminta waspada
23 September 2024 20:59 WIB, 2024
Sukseskan upacara HUT RI, Kalteng siap amankan IKN dari dampak karhutla
05 June 2024 15:22 WIB, 2024
Semifinal Indonesia Masters sempat terhenti akibat kepulan asap diduga arus pendek listrik
27 January 2024 21:05 WIB, 2024
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Panginan Sukup Simpan simbol ketahanan pangan dan warisan leluhur di Kotim
12 February 2026 18:23 WIB
PT Bumi Makmur Waskita gelar beragam kegiatan peringati Bulan K3 Nasional 2026
12 February 2026 15:38 WIB