DPRD Kalteng ingatkan pemda antisipasi kelangkaan oksigen medis
Senin, 26 Juli 2021 20:15 WIB
Anggota DPRD Kalimantan Tengah Siti Nafsiah. ANTARA/Jaya Wirawana Manurung
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Siti Nafsiah mengingatkan sekaligus meminta kepada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, agar memantau sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan obat-obatan maupun oksigen medis.
Para pelaku usaha pun harapannya dapat membantu pemerintah di daerah ini dalam menyediakan obat-obatan dan oksigen medis dengan harga yang wajar, kata Nafsiah di Palangka Raya, Senin.
"Sekarang ini obat-obatan, oksigen medis dan refil tabung oksigen sedang dibutuhkan masyarakat. Jadi, harus dilakukan upaya antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan," tambahnya.
Menurut dia, sekalipun permintaan oksigen medis sekarang ini belum terlalu menunjukkan peningkatan yang signifikan di Kalteng, namun tetap harus ada upaya antisipasi dari pemerintah. Apalagi, beberapa penjualan oksigen medis sekarang ini di beberapa tempat, mengalami kehabisan.
"Saya ada menemukan di beberapa penjual oksigen medis, sedang kehabisan stok. Jangan sampai ada kelangkaan, baru pemda bergerak," kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan I meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Katingan itu menilai, apabila pemda tidak segera mengambil langkah strategis, dikhawatirkan banyak masyarakat yang memborong obat-obatan ataupun tabung oksigen, sebagai upaya antisipasi ataupun penyembuhan saat terpapar COVID-19.
Dia mengatakan pembelian langsung oleh masyarakat umum secara besar-besaran, dapat berdampak besar terhadap ketersediaan atau pasokan di rumah sakit.
"Apalagi kasus orang terpapar COVID-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir ini, terus mengalami peningkatan," kata Nafsiah.
Baca juga: Legislator Kalteng: sanksi pelanggar prokes tak perlu diberlakukan
Dirinya juga menyarankan kepada Tim Satgas COVID-19 di provinsi maupun kabupaten/kota, agar mengedukasi masyarakat untuk tidak perlu panik dan membeli tabung oksigen sesuai kebutuhan, termasuk harus mendahulukan pasien COVID-19 yang memang sangat membutuhkan.
Dia mengatakan TNI/Polri juga perlu dilibatkan dalam mengawasi jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar dan menindak spekulan dengan menjual harga tabung maupun menetapkan harga pengisian oksigen jauh di atas harga wajar.
"Tidak sepatutnya mengeruk keuntungan di tengah penderitaan masyarakat seperti sekarang ini," demikian Nafsiah.
Baca juga: Waket DPRD Kalteng minta pemda tak lengah terkait karhutla
Baca juga: Investor di Kalteng diminta ikut membantu program bedah rumah
Para pelaku usaha pun harapannya dapat membantu pemerintah di daerah ini dalam menyediakan obat-obatan dan oksigen medis dengan harga yang wajar, kata Nafsiah di Palangka Raya, Senin.
"Sekarang ini obat-obatan, oksigen medis dan refil tabung oksigen sedang dibutuhkan masyarakat. Jadi, harus dilakukan upaya antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan," tambahnya.
Menurut dia, sekalipun permintaan oksigen medis sekarang ini belum terlalu menunjukkan peningkatan yang signifikan di Kalteng, namun tetap harus ada upaya antisipasi dari pemerintah. Apalagi, beberapa penjualan oksigen medis sekarang ini di beberapa tempat, mengalami kehabisan.
"Saya ada menemukan di beberapa penjual oksigen medis, sedang kehabisan stok. Jangan sampai ada kelangkaan, baru pemda bergerak," kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan I meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Katingan itu menilai, apabila pemda tidak segera mengambil langkah strategis, dikhawatirkan banyak masyarakat yang memborong obat-obatan ataupun tabung oksigen, sebagai upaya antisipasi ataupun penyembuhan saat terpapar COVID-19.
Dia mengatakan pembelian langsung oleh masyarakat umum secara besar-besaran, dapat berdampak besar terhadap ketersediaan atau pasokan di rumah sakit.
"Apalagi kasus orang terpapar COVID-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir ini, terus mengalami peningkatan," kata Nafsiah.
Baca juga: Legislator Kalteng: sanksi pelanggar prokes tak perlu diberlakukan
Dirinya juga menyarankan kepada Tim Satgas COVID-19 di provinsi maupun kabupaten/kota, agar mengedukasi masyarakat untuk tidak perlu panik dan membeli tabung oksigen sesuai kebutuhan, termasuk harus mendahulukan pasien COVID-19 yang memang sangat membutuhkan.
Dia mengatakan TNI/Polri juga perlu dilibatkan dalam mengawasi jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar dan menindak spekulan dengan menjual harga tabung maupun menetapkan harga pengisian oksigen jauh di atas harga wajar.
"Tidak sepatutnya mengeruk keuntungan di tengah penderitaan masyarakat seperti sekarang ini," demikian Nafsiah.
Baca juga: Waket DPRD Kalteng minta pemda tak lengah terkait karhutla
Baca juga: Investor di Kalteng diminta ikut membantu program bedah rumah
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati periksa Ketua KPU Kalteng telusuri dugaan korupsi dana hibah KPU Kotim
05 February 2026 12:03 WIB
Wakil Ketua I DPRD Murung Raya dorong peran partai dalam pembangunan daerah
04 February 2026 16:59 WIB
PKK Kobar: Penanganan stunting investasi jangka panjang pembangunan daerah
04 February 2026 15:29 WIB
Seluruh struktur PKB Kalteng diwajibkan hadir di tengah kesusahan masyarakat
04 February 2026 15:09 WIB
Pemprov Kalteng diminta segera koordinasikan perbaikan jalan dengan pusat
03 February 2026 15:44 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Penduduk miskin di Kalteng alami penurunan 6,05 ribu orang per September 2025
05 February 2026 14:14 WIB
Kejati periksa Ketua KPU Kalteng telusuri dugaan korupsi dana hibah KPU Kotim
05 February 2026 12:03 WIB
Bulog tindaklanjuti mandat pemerintah, jaga stabilitas harga minyak goreng di Kalteng
05 February 2026 11:29 WIB
Pemprov Kalteng kawal harga dan pasokan bapok, jaga stabilitas jelang Ramadhan
05 February 2026 11:23 WIB
Gubernur temui Menhut RI bahas optimalisasi DBH-DR untuk Kalimantan Tengah
04 February 2026 19:20 WIB