Indonesia jadi negara kuat bila persoalan stunting teratasi
Senin, 10 Juli 2023 14:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. ANTARA/HO-Kemenko PMK/aa. (Handout Kemenko PMK)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan apabila persoalan stunting dapat teratasi maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat.
"Untuk mewujudkan semua itu, perlu pemenuhan gizi yang optimal sejak dini. Edukasi ini perlu ditanamkan kepada para mahasiswa sehingga masalah stunting dapat diantisipasi," ujar Muhadjir dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan guna mewujudkan mimpi itu, anak-anak muda, khususnya mahasiswa, harus dibekali persiapan yang matang sehingga dapat menjadi bagian dari generasi yang unggul dan menciptakan keturunan yang berkualitas di masa yang akan datang.
Menurutnya, stunting dapat terjadi dari sejak proses kehamilan dan setelah bayi terlahir. Sehingga sangat dibutuhkan pemberian makanan tambahan bagi Balita serta edukasi yang baik terhadap para calon orang tua.
"Oleh Karena itu, maka sangat penting peran dan keterlibatan perguruan tinggi memberikan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat, terutama untuk memperbaiki permasalahan gizi dan anemia pada remaja," katanyar.
Di sisi lain, kata dia, persoalan stunting juga tidak hanya berkaitan dengan permasalahan kesehatan saja. Namun terdapat faktor lain yang berpengaruh seperti kondisi sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.
Dengan demikian, kata dia, upaya penanggulangannya memerlukan peran dan dukungan dari semua sektor.
"Intervensi spesifik dan sensitif harus berjalan beriringan. Data P3KE yang kita miliki dapat dimaksimalkan sehingga intervensi dapat tepat sasaran dan terus berkesinambungan," kata Muhadjir Effendy.
Sementara itu, berdasarkan data SSGI tahun 2022, saat ini angka prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 21,6 persen. Angka tersebut masih harus ditekan hingga mencapai 14 persen hingga akhir 2024 sebagaimana target Presiden Joko Widodo.
"Untuk mewujudkan semua itu, perlu pemenuhan gizi yang optimal sejak dini. Edukasi ini perlu ditanamkan kepada para mahasiswa sehingga masalah stunting dapat diantisipasi," ujar Muhadjir dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan guna mewujudkan mimpi itu, anak-anak muda, khususnya mahasiswa, harus dibekali persiapan yang matang sehingga dapat menjadi bagian dari generasi yang unggul dan menciptakan keturunan yang berkualitas di masa yang akan datang.
Menurutnya, stunting dapat terjadi dari sejak proses kehamilan dan setelah bayi terlahir. Sehingga sangat dibutuhkan pemberian makanan tambahan bagi Balita serta edukasi yang baik terhadap para calon orang tua.
"Oleh Karena itu, maka sangat penting peran dan keterlibatan perguruan tinggi memberikan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat, terutama untuk memperbaiki permasalahan gizi dan anemia pada remaja," katanyar.
Di sisi lain, kata dia, persoalan stunting juga tidak hanya berkaitan dengan permasalahan kesehatan saja. Namun terdapat faktor lain yang berpengaruh seperti kondisi sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.
Dengan demikian, kata dia, upaya penanggulangannya memerlukan peran dan dukungan dari semua sektor.
"Intervensi spesifik dan sensitif harus berjalan beriringan. Data P3KE yang kita miliki dapat dimaksimalkan sehingga intervensi dapat tepat sasaran dan terus berkesinambungan," kata Muhadjir Effendy.
Sementara itu, berdasarkan data SSGI tahun 2022, saat ini angka prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 21,6 persen. Angka tersebut masih harus ditekan hingga mencapai 14 persen hingga akhir 2024 sebagaimana target Presiden Joko Widodo.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKK Kobar: Penanganan stunting investasi jangka panjang pembangunan daerah
04 February 2026 15:29 WIB
Lawan stunting, guru PAUD di Kotim dituntut paham penyajian makanan sehat
04 December 2025 16:53 WIB
Ketua TP3S Pulang Pisau sebut program PMT berdampak signifikan atasi stunting
30 November 2025 10:10 WIB
DPMD Murung Raya perkuat kader posyandu untuk percepatan penurunan stunting
18 November 2025 16:05 WIB
DPRD dorong penguatan kolaborasi dan data akurat tekan stunting di Palangka Raya
13 November 2025 5:38 WIB
Disdagperin Kalteng integrasikan pencegahan stunting dan penguatan ekonomi masyarakat
12 November 2025 12:29 WIB