Berkas perkara mantan bupati Kapuas dan istri dilimpahkan ke Tipikor Palangka Raya
Kamis, 10 Agustus 2023 18:01 WIB
Jaksa dari KPK saat diwawancarai di halaman Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis (10/8/2023). ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Palangka Raya (ANTARA) - Berkas kasus eks atau mantan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat beserta istri Ary Egahni Ben Bahat dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
"Kedatangan kami pada hari ini sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa I Ben Brahim S Bahat dan terdakwa II Ary Egahni, ke Pengadilan Tipikor Palangka Raya," kata JPU dari KPK Zaenurofiq di Palangka Raya, Kamis.
Dia menuturkan, bahwa sidang kedua terdakwa tersebut nantinya akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya sebab kejadian tindak pidana nya terjadi di wilayah hukum Kalteng.
Sebelumnya Ben Brahim S Bahat menjabat sebagai Bupati Kapuas, diduga terlibat dalam praktik penerimaan gratifikasi serta dugaan penerimaan biaya dari berbagai dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten setempat.
Bahkan akibat ulah nya itu, nilai kerugian dari dugaan tindak pidana korupsi tersebut diperkirakan mencapai Rp11 miliar.
Berkas perkara yang diserahkan yakni terdiri dari dua terdakwa dengan satu dakwaan tunggal. Terdakwa pertama Ben Brahim S Bahat dan terdakwa kedua Ary Eghani.
Sidang pada perkara tersebut nantinya akan melibatkan 15 Jaksa, yang nantinya bertindak sebagai penuntut dalam perkara itu.
"Ben Brahim S Bahat kami upayakan dalam seminggu ke depan segera dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Palangka Raya dan Ary Egahni akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Palangka Raya," ungkapnya.
Baca juga: Mantan Bupati Kapuas Ben Brahim dan istri segera disidangkan
Pada pemberitaan sebelumnya, tim anti rasuah alias KPK telah menetapkan Bupati Kapuas beserta istrinya tersebut sebagai tersangka dugaan korupsi pada 28 Maret 2023
.
Kasus tersebut bermula saat Ben Brahim S Bahat menjabat sebagai Bupati Kapuas yakni pada periode 2013-2018 dan 2018-2023.
Ben Brahim diduga menerima uang dari berbagai pihak, termasuk pihak swasta dan diduga juga menerima fasilitas dari berbagai satuan kerja perangkat desa (SKPD) di Pemkab Kapuas.
Sedang uang hasil korupsi dalam jumlah miliaran rupiah tersebut, diduga kuat digunakan oleh oleh terdakwa beserta istrinya itu untuk membayar lembaga survei pemilihan Gubernur Kalteng Periode 2021-2026.
Baca juga: KPK sebut ada dugaan aliran uang Rp300 juta dari Ben Brahim ke lembaga survei
Baca juga: KPK periksa Indikator Politik Indonesia terkait aliran biaya survei bupati Kapuas
Baca juga: Mantan Kadis Kominfo Kapuas ditahan Kejaksaan
"Kedatangan kami pada hari ini sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa I Ben Brahim S Bahat dan terdakwa II Ary Egahni, ke Pengadilan Tipikor Palangka Raya," kata JPU dari KPK Zaenurofiq di Palangka Raya, Kamis.
Dia menuturkan, bahwa sidang kedua terdakwa tersebut nantinya akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya sebab kejadian tindak pidana nya terjadi di wilayah hukum Kalteng.
Sebelumnya Ben Brahim S Bahat menjabat sebagai Bupati Kapuas, diduga terlibat dalam praktik penerimaan gratifikasi serta dugaan penerimaan biaya dari berbagai dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten setempat.
Bahkan akibat ulah nya itu, nilai kerugian dari dugaan tindak pidana korupsi tersebut diperkirakan mencapai Rp11 miliar.
Berkas perkara yang diserahkan yakni terdiri dari dua terdakwa dengan satu dakwaan tunggal. Terdakwa pertama Ben Brahim S Bahat dan terdakwa kedua Ary Eghani.
Sidang pada perkara tersebut nantinya akan melibatkan 15 Jaksa, yang nantinya bertindak sebagai penuntut dalam perkara itu.
"Ben Brahim S Bahat kami upayakan dalam seminggu ke depan segera dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Palangka Raya dan Ary Egahni akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Palangka Raya," ungkapnya.
Baca juga: Mantan Bupati Kapuas Ben Brahim dan istri segera disidangkan
Pada pemberitaan sebelumnya, tim anti rasuah alias KPK telah menetapkan Bupati Kapuas beserta istrinya tersebut sebagai tersangka dugaan korupsi pada 28 Maret 2023
.
Kasus tersebut bermula saat Ben Brahim S Bahat menjabat sebagai Bupati Kapuas yakni pada periode 2013-2018 dan 2018-2023.
Ben Brahim diduga menerima uang dari berbagai pihak, termasuk pihak swasta dan diduga juga menerima fasilitas dari berbagai satuan kerja perangkat desa (SKPD) di Pemkab Kapuas.
Sedang uang hasil korupsi dalam jumlah miliaran rupiah tersebut, diduga kuat digunakan oleh oleh terdakwa beserta istrinya itu untuk membayar lembaga survei pemilihan Gubernur Kalteng Periode 2021-2026.
Baca juga: KPK sebut ada dugaan aliran uang Rp300 juta dari Ben Brahim ke lembaga survei
Baca juga: KPK periksa Indikator Politik Indonesia terkait aliran biaya survei bupati Kapuas
Baca juga: Mantan Kadis Kominfo Kapuas ditahan Kejaksaan
Pewarta : Adi Wibowo
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelimpahan berkas Hasto ke Pengadilan Tipikor, KPK dinilai langgar HAM
10 March 2025 14:40 WIB, 2025
Hakim tolak keberatan mantan pejabat PT Antam terkait dugaan kasus emas 109 ton
24 January 2025 20:30 WIB, 2025
Sidang vonis mantan Dirut PPSJ terkait kasus korupsi rumah DP Rp0 ditunda
06 January 2025 16:37 WIB, 2025
Hakim Tipikor tetapkan kerugian lingkungan kasus timah capai Rp271 triliun
31 December 2024 15:04 WIB, 2024
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
DPRD desak Pemkot Palangka Raya pastikan distribusi bahan pokok tetap lancar pasca Lebaran
30 March 2026 15:30 WIB