Pemkab Barut rakor optimalisasi lahan rawa dan pertambahan areal tanam
Selasa, 30 April 2024 8:02 WIB
Pemkab Barito Utara melaksanakan rapat koordinasi optimalisasi lahan rawa, pompanisasi dan pertambahan areal tanam (PAT) padi 2024 di Muara Teweh, Senin (29/4/2024).ANTARA/Dokumen Pribadi.
Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melaksanakan rapat koordinasi (rakor) optimalisasi lahan rawa, pompanisasi dan pertambahan areal tanam (PAT) padi 2024.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait optimalisasi lahan rawa, pompanisasi dan pertambahan areal tanam (PAT) di daerah ini," kata Penjabat Bupati Barito Utara Muhlis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eveready Noor di Muara Teweh, Senin.
Menurut dia, dengan kedatangan yang mewakili Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI pada rapat koordinasi ini, dapat memberikan masukan-masukan kepada jajaran Pemkab Barito Utara untuk terus berbenah, sehingga program ketahanan pangan nasional yang di instruksikan Presiden RI dapat terlaksana.
Terkait dengan optimalisasi lahan rawa, pompanisasi dan pertambahan areal tanam khususnya di Kabupaten Barito Utara, yaitu memohon dukungan dan bimbingan kepada Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, agar Pemkab Barito Utara mampu mengoptimalkan lahan rawa yang ada untuk pertambahan areal tanam padi.
"Sehingga Barito Utara mampu memproduksi dan kami mengharapkan swasembada pangan padi, karena Kabupaten Barito Utara salah satu kabupaten yang ada di Kalteng menjadi salah satu penopang Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata dia.
Dia juga meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara agar agar membantu para petani untuk memperhatikan proses pompaniasasi atau pengaturan tingkat ketinggian air tanah di lahan pertanian, terutama di lahan rawa, menggunakan sistem pompa air.
“Tujuan utama pompanisasi adalah untuk mengontrol kadar air di lahan sehingga dapat memfasilitasi pertumbuhan tanaman dengan optimal. Dengan sistem pompa yang efisien, petani dapat mengatur ketinggian air sesuai kebutuhan tanaman, mencegah kebanjiran atau kekeringan, dan meningkatkan produktivitas pertanian," kata dia menjelaskan.
Untuk pertambahan areal tanam (PAT) padi, katanya, harus mengacu pada upaya untuk meningkatkan luas lahan yang digunakan untuk menanam padi. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti merintis lahan baru, mereklamasi lahan terdegradasi, atau memperluas penggunaan lahan yang sudah ada.
Dia mengatakan, tujuan dari pertambahan areal tanah adalah untuk memperluas produksi padi dan hal ini juga berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Peningkatan areal tanam juga dapat mendukung diversifikasi mata pencaharian petani dan mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian yang sudah ada,” ucap dia.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait optimalisasi lahan rawa, pompanisasi dan pertambahan areal tanam (PAT) di daerah ini," kata Penjabat Bupati Barito Utara Muhlis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eveready Noor di Muara Teweh, Senin.
Menurut dia, dengan kedatangan yang mewakili Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI pada rapat koordinasi ini, dapat memberikan masukan-masukan kepada jajaran Pemkab Barito Utara untuk terus berbenah, sehingga program ketahanan pangan nasional yang di instruksikan Presiden RI dapat terlaksana.
Terkait dengan optimalisasi lahan rawa, pompanisasi dan pertambahan areal tanam khususnya di Kabupaten Barito Utara, yaitu memohon dukungan dan bimbingan kepada Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, agar Pemkab Barito Utara mampu mengoptimalkan lahan rawa yang ada untuk pertambahan areal tanam padi.
"Sehingga Barito Utara mampu memproduksi dan kami mengharapkan swasembada pangan padi, karena Kabupaten Barito Utara salah satu kabupaten yang ada di Kalteng menjadi salah satu penopang Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata dia.
Dia juga meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara agar agar membantu para petani untuk memperhatikan proses pompaniasasi atau pengaturan tingkat ketinggian air tanah di lahan pertanian, terutama di lahan rawa, menggunakan sistem pompa air.
“Tujuan utama pompanisasi adalah untuk mengontrol kadar air di lahan sehingga dapat memfasilitasi pertumbuhan tanaman dengan optimal. Dengan sistem pompa yang efisien, petani dapat mengatur ketinggian air sesuai kebutuhan tanaman, mencegah kebanjiran atau kekeringan, dan meningkatkan produktivitas pertanian," kata dia menjelaskan.
Untuk pertambahan areal tanam (PAT) padi, katanya, harus mengacu pada upaya untuk meningkatkan luas lahan yang digunakan untuk menanam padi. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti merintis lahan baru, mereklamasi lahan terdegradasi, atau memperluas penggunaan lahan yang sudah ada.
Dia mengatakan, tujuan dari pertambahan areal tanah adalah untuk memperluas produksi padi dan hal ini juga berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Peningkatan areal tanam juga dapat mendukung diversifikasi mata pencaharian petani dan mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian yang sudah ada,” ucap dia.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR RI sebut pengelolaan lahan sawit sitaan di Kalteng perlu diperjelas
25 February 2026 21:30 WIB
Hindari abai hak hukum rakyat, data sawit di kawasan hutan perlu dibaca utuh
19 February 2026 20:07 WIB
Dekat pusat ibadah, Danantara siap perluasan investasi lahan kampung haji
13 February 2026 23:57 WIB
Akurasi data dalam penanganan sawit di kawasan hutan penting diperhatikan
13 February 2026 20:38 WIB
Pemkab Kotim diharapkan bantu penyediaan lahan untuk Koperasi Merah Putih
08 February 2026 18:25 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Bupati Shalahuddin pastikan cadangan pangan daerah prioritaskan produk lokal
04 March 2026 16:47 WIB
Medco E&P buka puasa bersama PWI Barut, perkuat sinergi pemangku kepentingan
04 March 2026 13:10 WIB
DPRD Barut gelar paripurna penyampaian jawaban pemerintah terhadap lima raperda
04 March 2026 12:57 WIB
Safari Ramadhan Lahei, Shalahuddin serahkan hibah Rp1 miliar untuk Masjid Nurul Ahya
04 March 2026 12:50 WIB
Anggota DPRD Barut apresiasi bupati bantu Rp1 miliar untuk Masjid Ar Rahim Benao
03 March 2026 21:44 WIB