Sampit (ANTARA) - Sebanyak 70 anggota calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menjalani pendidikan dan pelatihan agar siap melaksanakan tugas dalam upacara bendera pada Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia (RI)
“Hari ini kami membuka pendidikan dan pelatihan calon anggota Paskibraka, karena mereka inilah yang nanti melaksanakan tugas mulia mengibarkan bendera pusaka pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Masri di Sampit, Senin.
Masri yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Paskibraka Kotim 2025 ini menyebut, para calon Paskibraka ini merupakan putra-putri terbaik Kotim.
Calon anggota Paskibraka ini dipilih dari ratusan pendaftar melalui seleksi yang ketat dan selanjutnya akan mengemban tugas penting dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI.
Maka dari itu, calon anggota Paskibraka ini akan dilatih, ditempa dan dibina langsung oleh tenaga-tenaga profesional dari Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim, Brimob Polda Kalteng, Yonif 631 Antang, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kotim, serta para pembina.
“Hal ini untuk mempersiapkan calon Paskibraka agar menjadi pasukan yang tangguh, disiplin, bertanggung jawab dan penuh dedikasi guna mampu melaksanakan tugas sebagai pasukan pengibar bendera pusaka,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat sinergi lintas sektor hadapi karhutla
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Rihel, sebagaimana disampaikan Sekretaris Eddy Hidayat Setiadi menyampaikan, pemusatan pendidikan dan pelatihan calon anggota Paskibraka 2025 dilaksanakan pada 4 hingga 18 Agustus 2025.
Kegiatan dipusatkan di Balai Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kotim, yang disebut sebagai Desa Bahagia. Sebanyak 70 calon Paskibraka tersebut terdiri atas 48 putra dan 22 putri.
“Selain itu, kami juga mengirimkan sebanyak lima utusan yang terdiri dari dua putra dan tiga putri untuk mengikuti dan insya Allah menjadi perwakilan Kotim sebagai anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Tengah 2025,” bebernya.
Eddy menambahkan, pemusatan pendidikan dan pelatihan ini merupakan masa training center (TC) bagi calon Paskibraka yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar tangguh, disiplin, bertanggung jawab, penuh dedikasi dan mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Sementara itu, kurikulum dan materi yang disampaikan dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan ini adalah, kurikulum pendekatan pembelajaran aktif, menggunakan pelatihan dan pengasuhan.
Materi pembelajaran aktif terdiri atas,pancasila dan kewarganegaraan, wawasan kebangsaan dan kewaspadaan ketahanan nasional, revolusi mental, kepemimpinan dan kepribadian, literasi digital, kenakalan remaja dan perlindungan anak, bahaya narkoba, kepaskibrakaan.
Materi pelatihan terdiri atas latihan dasar kepemimpinan, peraturan baris-berbaris (PBB), praktik pengibaran dan penurunan bendera. narasumber yang dilibatkan antara lain Bupati Kotim, kepala badan kesbangpol, Kodim 1015/Sampit, akademisi, praktisi, BNK Kotim dan PPI Kotim.
Baca juga: Perumahan di Kotim diimbau kelola sampah secara mandiri
Baca juga: Dinkes Kotim gencarkan pemeriksaan kesehatan masyarakat
Baca juga: BPBD usulkan OMC cegah karhutla di Kotawaringin Timur