Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Bambang Irawan menegaskan bahwa dirinya  segera berkonsultasi dengan Ketua DPRD untuk mencari solusi bagi warga yang terdampak atas penutupan sejumlah pabrik penampung puya dari limbah pertambangan emas.

"Beberapa waktu lalu memang kami menerima aduan dari sepuluh warga pencari puya. Mereka mengaku tidak bisa lagi menjual puya karena perusahaan tempat mereka biasa menyetor sudah berhenti beroperasi," katanya di Palangka Raya, Kamis.

Dia pun mengakui pihaknya mendapat aduan ada sekitar 10 ribu masyarakat di provinsi ini yang menggantungkan hidupnya pada pencarian puya. Untuk itu, Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi sumber daya alam (SDA), akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan tersebut.

"Banyak masyarakat mengharapkan uang dari mengumpulkan puya ini. Tetapi, saat mau jual hasil puya, banyak perusahaan sudah tutup. Dan ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat," ujar Bambang yang juga Ketua Umum Fordayak itu.

Dirinya juga menyebut keadaan yang dialami masyarakat sudah dua bulan tidak bisa menjual puya ke perusahaan. Hanya saja, legislator Kalteng ini belum mengetahui pasti alasan penutupan dari beberapa pabrik tersebut. Namun yang pasti kata dia, akan menindaklanjuti apa yang disampaikan masyarakat.

Baca juga: DPRD Kalteng minta pemerintah optimalisasi PAD dari sektor pertambangan

Dia juga belum dapat memastikan apakah alasan penutupan pabrik tersebut imbas dari penyidikan Mabes Polri terkait tambang zirkon ilegal di Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

"Mungkin, nah ini yang akan kita cari tau penyebabnya, apakah ditutup atau izinnya dicabut," ujarnya.

Bambang menilai, penutupan pabrik tersebut berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang kesehariannya bekerja sebagai pencari puya.

"Mereka tidak punya penghasilan, tidak bisa memberikan anak istri. Nah itu akan berdampak sangat tidak bagus dan akan terjadi banyak hal yang tidak diinginkan," demikian Bambang.

Baca juga: DPRD Kalteng sebut layanan jemput bola Adminduk permudah warga

Baca juga: Pemprov Kalteng tanggapi pemandangan umum Fraksi DPRD

Baca juga: DPRD Kalteng kunjungi Disdik Jabar pelajari peningkatannya kualitas pendidikan