Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sri Ani Rintuh meminta kepada pemerintah kota, agar memperkuat edukasi publik terkait pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama memasuki musim penghujan yang rentan memicu peningkatan kasus.

"Fogging itu penting, tapi edukasi jauh lebih penting. Masyarakat harus tahu apa saja kebiasaan yang bisa mencegah nyamuk berkembang biak sebelum kasus muncul," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Menurut Sri, selama ini masyarakat cenderung menunggu tindakan fogging ketika sudah ada kasus positif, sementara langkah pencegahan yang bersifat edukatif sering kali belum dijalankan secara optimal.

Ia menilai, upaya komunikasi dan penyuluhan kesehatan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama warga di permukiman padat dan wilayah yang sering mengalami genangan air.

Sri menjelaskan, pencegahan dini seperti menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk harus menjadi fokus utama, bukan hanya tindakan setelah ada laporan kasus.

"Kalau masyarakat sudah paham dan rutin menjalankan 3M Plus, potensi penularan bisa ditekan secara signifikan tanpa harus selalu menunggu fogging," ucapnya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa ini mendorong Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya agar memperbanyak kegiatan sosialisasi langsung ke lingkungan permukiman, sekolah, rumah ibadah, hingga kelompok masyarakat.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya diminta tingkatkan evaluasi rutin drainase perkotaan

Ia juga meminta program penyuluhan dilakukan secara interaktif, sehingga warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami risiko DBD dan cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Edukasi yang jelas dan dekat dengan masyarakat akan membuat mereka lebih sadar dan cepat bertindak untuk menjaga lingkungannya," ujarnya.

Sri menambahkan, komunikasi publik yang efektif juga dapat membantu masyarakat memahami bahwa fogging bukan solusi utama, melainkan salah satu langkah pendukung dalam situasi tertentu.

Dengan meningkatnya pemahaman warga, ia yakin tindakan pencegahan dapat berjalan lebih masif dan terstruktur di tingkat rumah tangga, terutama pada periode cuaca lembap yang menjadi kondisi ideal bagi nyamuk berkembang biak.

"Kalau kesadaran masyarakat meningkat dan pemerintah gencar memberikan edukasi, penyebaran DBD bisa ditekan lebih awal dan tidak menunggu kasus terjadi," demikian Sri.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya diminta prioritaskan higienitas kuliner lokal

Baca juga: DPRD Palangka Raya sebut reformasi pelayanan publik tingkatkan kepercayaan masyarakat

Baca juga: Optimalisasi drainase kunci efisiensi produksi pertanian di Kalampangan