Palangka Raya (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Subandi mengatakan, perencanaan pembangunan untuk tahun 2027 diharapkan mampu mengakomodasi dua sumber utama perencanaan.
"Pertama, aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota," katanya di Palangka Raya, Senin.
Kemudian ia menyebut, perencanaan pembangunan juga harus memuat pokok-pokok pikiran DPRD yang berasal dari hasil reses anggota dewan.
Ia menjelaskan, dengan mekanisme tersebut, perencanaan pembangunan dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Meski demikian, Subandi mengingatkan jumlah usulan yang dapat direalisasikan tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Minimal dalam proses penyusunan, usulan DPRD hasil reses sudah diakomodasi dalam pokok-pokok pikiran,” ucapnya.
Dia menekankan, Musrenbang di tingkat kelurahan berperan penting dalam memilah berbagai usulan masyarakat.
Baca juga: 'Jitarun' Kolaborasi olahraga dan teknologi anak muda Kalteng
Hal ini dilakukan sebab, usulan yang telah dilaksanakan tidak dapat diajukan kembali, sementara usulan yang belum terakomodasi akan dibawa ke tingkat kecamatan untuk dibahas lebih lanjut.
“Di tingkat kecamatan juga akan dilakukan penyaringan kembali. Usulan yang belum terakomodasi selanjutnya dibawa ke tingkat kota,” ujarnya.
Subandi menilai, seluruh usulan yang dibahas pada Musrenbang merupakan kebutuhan nyata masyarakat dan akan dituangkan dalam program kegiatan pembangunan.
Setelah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), usulan tersebut akan dijabarkan lebih lanjut melalui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS).
Subandi menegaskan, DPRD Kota Palangka Raya akan mencermati seluruh usulan tersebut saat pembahasan bersama pemerintah daerah.
"Kami berharap, baik usulan dari Musrenbang maupun pokok-pokok pikiran DPRD dapat diakomodasi secara proporsional, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," demikian Subandi.
Baca juga: Kelelahan digital: Ketika teknologi tak lagi membuat kita terhubung
Baca juga: BMKG ingatkan nelayan Kalteng waspadai potensi gelombang tinggi
Baca juga: Musrenbang Kota Palangka Raya fokus pada pemerataan pembangunan