Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan anggaran pendidikan sebesar Rp1,3 triliun merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masa depan sumber daya manusia daerah.
"Rp1,3 triliun yang kita kelola ini adalah 100 persen investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Tidak boleh disia-siakan dan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak didik kita," kata Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kalteng Reza Prabowo di Palangka Raya, Rabu.
Dia menjelaskan pada 2026 ini penguatan program kuliah gratis menjadi bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.
"Saat ini, tercatat sebanyak 3.060 mahasiswa telah terdaftar sebagai penerima manfaat program kuliah gratis," jelasnya.
Ke depan, program tersebut diperluas agar tidak ada lagi lulusan SMA/SMK di Kalimantan Tengah khususnya dari keluarga tidak mampu, yang terhenti pendidikannya.
Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 3.741 siswa kelas XII dari kategori tidak mampu yang akan langsung diintegrasikan ke dalam program kuliah gratis.
“Ini golden ticket dari Pak Gubernur. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara gratis di 36 perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Baca juga: DPRD dan Pemprov Kalteng percepat pembahasan dua raperda
Ia juga menegaskan sekolah harus menjadi pusat peradaban di setiap daerah. Tidak hanya tempat belajar formal, tetapi juga pusat pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik.
"Melalui pembelajaran daring, bimbingan belajar online, hingga pemanfaatan layar pintar yang terhubung langsung dengan pusat-pusat pembelajaran," ucapnya.
Baca juga: Pemprov Kalteng jalankan program sekolah gratis berbasis Kartu Huma Betang
Baca juga: Gubernur Kalteng bersama Stafsus Presiden bersinergi pacu ekraf pada generasi muda
Baca juga: Pemprov-PLN bersinergi optimalkan GAES PDKB jaga keandalan listrik Kalteng sambut Ramadhan