Sampit (ANTARA) - Lonjakan harga emas rupanya tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, untuk berburu emas perhiasan jelang Lebaran yang dapat dilihat dari ramainya aktivitas di toko emas di Kota Sampit.

“Tren penjualan emas untuk saat ini, apalagi sudah mendekati Lebaran, meningkat drastis. Dibanding hari biasa peningkatannya 30 persen lebih, puncaknya diperkirakan H-1 Lebaran bisa tembus 40 persen,” kata Pengelola Toko Emas Mitra Baru di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Muliana Sari di Sampit, Rabu.

Ia menjelaskan, harga emas saat ini masih fluktuatif mengikuti harga emas dunia. Setelah sempat melambung tinggi, harga emas belakangan ini cenderung turun hingga stabil.

Namun, jika dibandingkan tahun sebelumnya pada momentum yang sama, harga emas tahun ini telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, selisihnya lebih dari 60 persen. Contohnya, emas 999 dibanderol Rp1.620.000 per gram, kini tebus Rp2.550.000 per gram.

Meski begitu, wanita yang biasa disapa Lia ini menyebut dampaknya tidak terlalu besar terhadap minat beli.

“Sejauh ini kami lihat tidak terlalu berpengaruh terhadap minat masyarakat, walau harganya cukup tinggi orang tetap beli,” ujarnya.

Lia mengungkapkan, volume penjualan perhiasan emas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah meroket tajam dibandingkan hari biasa seiring persiapan warga menyambut lebaran, yakni sekitar 30-40 persen.

Selain itu, tren warga yang membeli dan menjual kembali perhiasan mereka ke toko juga berubah. Dari yang biasanya 60 yang beli dan 40 yang jual, sekarang menjadi 80 yang beli dan 20 yang jual

“Jadi masih ada yang menjual ke toko, tapi tidak sebanyak yang membeli,” imbuhnya.

Baca juga: DP3AP2KB Kotim berikan layanan KB gratis bagi pemudik

Menurutnya, fenomena ini dipicu oleh keinginan masyarakat, terutama kaum hawa, untuk tampil maksimal di hari kemenangan. Penggunaan perhiasan baru dianggap mampu menambah daya tarik dan kepercayaan diri saat bersilaturahmi dengan kerabat.

Berdasarkan data pasar di Sampit per 13 Maret 2026, harga emas batangan tercatat cukup tinggi. Emas Antam berada di angka Rp3.150.000 per gram, sedangkan emas UBS dibanderol Rp2.950.000 per gram.

Untuk emas Amerika atau jenis 999 yang setara dengan 24 karat, harga dipatok Rp2.550.000 per gram. Sementara emas kadar menengah seperti emas 750 setara 17 karat dijual Rp2.200.000 dan emas 700 setara 16 karat Rp2.050.000.

Bagi masyarakat yang mencari opsi lebih terjangkau, emas 375 atau setara 8 karat tersedia di harga Rp1.180.000 per gram. Harga ini diperkirakan tetap fluktuatif mengikuti dinamika pasar emas global.

Salah seorang pembeli, Fitriani mengaku sengaja menyisihkan sebagian Tunjangan Hari Raya (THR) miliknya untuk membeli perhiasan. Baginya, membeli emas adalah cara paling efektif untuk mengelola keuangan di tengah tingginya konsumsi jelang lebaran.

Selain itu, menurutnya, memiliki emas memberikan rasa aman secara finansial karena nilainya yang cenderung stabil dan mudah dicairkan kembali. Hal ini menjadi alasan kuat bagi banyak warga Kotim untuk tetap membeli emas meski harganya sedang tinggi.

“Saya beli emas supaya uang THR tidak langsung habis untuk belanja kebutuhan konsumtif saja. Jadi selain untuk memperindah penampilan saat silaturahmi nanti, emas ini juga jadi simpanan atau investasi jangka panjang,” demikian Fitriani.

Baca juga: Harga rotan di Kotim anjlok imbas perang Timur Tengah

Baca juga: Jasa permak pakaian di Sampit diserbu warga jelang Lebaran

Baca juga: ASN Kotim dilarang mudik pakai kendaraan dinas