Sampit (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Rimbun meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait, agar memperketat pengawasan pasca terjadinya kebakaran kapal yang menelan korban juga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya.
"Kami merasa prihatin atas musibah tersebut dan berharap kedepannya pemerintah daerah bersama instansi terkait yang berwenang, bisa lebih memperhatikan dan mengawasi agar jangan sampai terulang tragedi seperti ini," kata Rimbun di Sampit, Senin.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang melanda kapal di jalur perairan strategis Kotim tersebut.
Ia juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga kru kapal atau Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dan meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait di bidang pelayaran, agar meningkatkan atensi terhadap standar keamanan armada.
"Pengawasan menyeluruh harus dilakukan agar tidak ada aspek keselamatan yang terabaikan," tegasnya.
Rimbun menekankan pentingnya sinergitas antar instansi dalam menjalankan fungsi kontrol di lapangan. Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan setiap kapal yang beroperasi di wilayah Kotim, dapat memenuhi regulasi teknis yang berlaku tanpa adanya celah kelalaian.
Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, ia mengingatkan agar pemerintah tidak pasif. Langkah preventif melalui pengawasan ketat dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk menjamin keselamatan transportasi air.
"Jangan sampai ada kecolongan-kecolongan yang kita tidak tahu. Kita mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk bisa bekerjasama, bisa bersinergi terkait dengan menjalankan fungsi dan tugas terutama dalam pengawasannya," tegasnya.
Baca juga: DPRD Kotim sebut realisasi pendapatan 2025 terdampak perubahan regulasi
Terkait detail kronologi dan penyebab teknis kebakaran, Rimbun menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang agar ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi bahan evaluasi total bagi sistem pelayaran di Sungai Mentaya.
Sebelumnya, Kapal TB Batara VII mengalami kebakaran hebat saat sedang bersandar di area perbaikan (docking) di pinggir Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Sabtu (28/3) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, dan satu orang lainnya dilaporkan masih dalam pencarian. Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Baca juga: DPRD Kotim desak penegak hukum berantas rantai pencurian sawit
Baca juga: Ratusan pelajar Kotim berebut 75 tiket Paskibraka 2026
Baca juga: Realisasi pendapatan daerah Kotim pada 2025 capai 88,98 Persen