Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusung Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) mendukung optimalisasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah pesisir yakni Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Pelaksanaan EKI tidak hanya bertujuan memperluas akses keuangan, tetapi juga membangun ekosistem desa yang mampu mengelola potensi ekonominya secara mandiri dan berkelanjutan," kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz dihubungi dari Palangka Raya, Selasa.

OJK pun telah melaksanakan pra-inkubasi EKI di Desa Tanjung Putri bertujuan meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat desa, serta mengurangi ketergantungan pada pembiayaan informal berisiko.

Melalui tahapan pra-inkubasi, inkubasi, hingga pasca-inkubasi, intervensi program dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pemetaan kebutuhan, pelaksanaan program, hingga penguatan keberlanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, EKI diharap mendukung KNMP sebagai program strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan pesisir, melalui literasi dan inklusi keuangan lebih luas dan merata.

Primandanu memaparkan capaian literasi dan inklusi keuangan pada kelompok petani, nelayan dan masyarakat perdesaan masih berada di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing tercatat sebesar 66,46 persen dan 80,51 persen, sementara pada kelompok petani dan nelayan baru mencapai 58,87 persen dan 69,40 persen, serta di wilayah perdesaan sebesar 59,60 persen dan 75,70 persen.

Di sisi lain, Desa Tanjung Putri memiliki potensi ekonomi perikanan cukup besar, dengan estimasi produksi ikan sekitar satu ton per hari, serta telah didukung keberadaan agen laku pandai di desa.

Baca juga: OJK Kalteng: Komoditas buah naga jadi fokus PED 2026

Potensi ini semakin relevan dengan pengembangan KNMP di Desa Tanjung Putri sebagai program strategis pemerintah, yang diproyeksikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa sebesar 5,4–16,2 persen.

"Maka kehadiran EKI menjadi penting untuk memperkuat kesiapan ekosistem keuangan desa, memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan formal, serta mendorong masyarakat pesisir agar mampu mengelola potensi ekonominya secara lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan," jelasnya.

Kepala Desa Tanjung Putri Eli Sapitri mengakui Program EKI memiliki arti penting bagi desanya khususnya dalam memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat nelayan, lantaran selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan.

"Kami berharap EKI dapat mendorong akses keuangan di desa menjadi lebih merata, serta mendorong masyarakat menjadi agen edukasi bagi lingkungan sekitar agar pemahaman keuangan warga semakin meningkat,” tuturnya.

Baca juga: Kalimantan Tengah bagi tiga zona strategis optimalkan pengembangan daerah

Baca juga: Kalteng raih penghargaan nasional, pacu digitalisasi dan akses pendidikan inklusif

Baca juga: Kalimantan Tengah optimalkan Reforma Agraria percepat legalisasi aset