Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengoptimalkan serapan gabah dari petani sebelum tiba kemarau panjang yang dikhawatirkan berdampak terhadap hasil pertanian.
"Dalam mengantisipasi fenomena El Nino Godzilla kemarau ekstrem, kami diperintahkan untuk menyerap sebanyak-banyaknya GKP (gabah kering panen) sebelum tiba kemarau ekstrem. Saat terjadi El Nino kemarau panjang mungkin memerintahkan kembali mengeluarkan program bantuan pangan," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Kamis.
Fuad menjelaskan, masalah serapan gabah kini sudah menjadi perhatian bersama. Hasil rapat koordinasi daerah, sarapan gabah disebutkan berpengaruh terhadap inflasi karena berkaitan dengan rumah tangga maupun usaha masyarakat.
Harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru yakni Rp6.500 per kilogram GKP, dinilai cukup menguntungkan petani. Dampaknya, jika gabah terserap maka pendapatan petani relatif lebih stabil sehingga diharapkan tidak terlalu terdampak terhadap kenaikan harga karena penghasilannya cukup baik.
Tahun 2026 ini Bulog Kotawaringin Timur diberi target serapan gabah sebanyak 16.000 ton untuk wilayah kerja yang meliputi tiga daerah yakni Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur dan Seruyan. Saat ini serapan gabah dari ketiga daerah itu sudah mencapai 8000 ton atau 50 persen dari target.
"Dari Pagatan saja sekali bongkar di pelabuhan ini antara 50 sampai 70 ton per hari. Ini terus bertambah dan kami selalu siap menyerap gabah hasil panen petani," timpal Fuad.
Khusus di Kotawaringin Timur, Bulog sudah menyerap 3.500 ton GKP. Semua berasal dari petani di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit yang memang merupakan daerah lumbung padi Kotawaringin Timur.
"Kalau dikali Rp6500 per kilogram maka berarti uang yang sudah dikucurkan Bulog mencapai Rp22.750.000.000. Artinya uang mengalir ke masyarakat Lampuyang sebanyak itu maka otomatis perputaran ekonomi meningkat," tambahnya.
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat bimbingan pengadaan barang jasa di desa cegah pelanggaran
Bulog Kotawaringin Timur juga diinstruksikan memasifkan penjualan beras SPHP. Langkah ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan serta untuk menjaga agar harga beras di pasaran tetap stabil.
Bulog juga diminta proaktif bersama pemerintah daerah melakukan pengawasan dengan inspeksi mendadak atau sidak ke pasar terhadap penjualan sembako di atas harga eceran tertinggi (HET).
Disinggung ancaman kemarau panjang terhadap serapan gabah, Fuad memperkirakan dampak mungkin bisa terlihat secara nasional, namun untuk Kotawaringin Timur dia memprediksi tidak terlalu berdampak karena saat ini pun curah hujan masih tinggi.
"Tapi secara nasional mungkin terpengaruh karena informasinya di Indonesia bagian timur mulai terjadi kemarau," demikian Fuad.
Sementara itu sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta siaga darurat bencana kekeringan selama 185 hari, yakni terhitung 8 April hingga 10 Oktober 2026.
Penetapan status tersebut merupakan hasil rapat koordinasi melibatkan BMKG Kotim, Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim, Kejari Kotim, BP-BPK Kalteng, KPHP Mentaya Hilir Selatan dan KPHP Mentaya Hilir Utara, Pos TNI AU Sampit, Pos TNI AL Sampit, Perumdam Tirta Mentaya, Manggala Agni Sampit dan seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kotim.
"Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan. Untuk itu koordinasi dan kolaborasi antarinstansi perlu ditingkatkan," demikian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam.
Baca juga: Legislator Kotim desak usut tuntas terkait SK mutasi palsu ASN
Baca juga: Legislator Kotim optimis turnamen basket pelajar ajang regenerasi atlet
Baca juga: BKPSDM Kotim telusuri isu SK mutasi palsu