Sampit (ANTARA) - Legislator Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Hendra Sia mendukung penuh turnamen basket pelajar tingkat SMA se-Kotim, karena dianggap menjadi sarana penting dalam menjaring bibit atlet sekaligus mendorong regenerasi olahraga basket di wilayah setempat.

"Sebagai anggota DPRD sekaligus Pengurus Perbasi sangat mengapresiasi Dispora mengadakan kompetisi antar SMA ini. Karena ini kesempatan untuk penjaringan bibit-bibit atlet ke depan," kata Hendra Sia di Sampit, Rabu.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kotim itu usai menghadiri pembukaan Turnamen Bola Basket Multi Event Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Kotawaringin Timur 2026 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Logan, Sampit.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kotim ini menilai bahwa penyelenggaraan turnamen yang digagas Dispora Kotim ini sebagai langkah konkret pembinaan atlet sejak usia pelajar.

Menurutnya, ajang kompetisi seperti ini tidak hanya menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga membantu Perbasi dalam memantau perkembangan atlet yang sebelumnya telah melalui proses seleksi.

"Ini juga sambil melihat atlet-atlet baru ataupun yang berkembang saat ini, karena kemarin kami sudah dua kali seleksi putra maupun putri. Termasuk mereka-mereka yang ikut turnamen ini juga sebagian adalah atlet yang sudah kami seleksi," ujarnya.

Politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini juga menyebut, turnamen ini menjadi indikator perkembangan kualitas atlet basket di Kotim, sekaligus memperlihatkan potensi-potensi baru yang bisa dibina lebih lanjut untuk menghadapi kejuaraan di tingkat lebih tinggi.

Baca juga: Turnamen basket pelajar Kotim jadi ajang pembinaan dan investasi SDM

Namun, Hendra menilai pembinaan olahraga basket di Kotim masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan fasilitas. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini daerah tersebut belum memiliki lapangan basket indoor yang representatif.

"Untuk atlet basket di Kotim sendiri masih kurang karena periode sebelumnya pembinaan masih terbatas dan kami berharap kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan fasilitas basket, minimal lapangan outdoor dulu," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pembinaan atlet masih banyak dilakukan oleh klub-klub yang ada di Kotim. Tercatat sekitar 15 klub aktif yang menjadi wadah bagi para pelajar untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan. Keterbatasan sarana juga membuat penyelenggaraan turnamen harus menyewa lapangan, yang berdampak pada tingginya biaya pelaksanaan kegiatan.

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah daerah, khususnya bupati, dapat memberikan perhatian serius terhadap penyediaan fasilitas olahraga basket. Sinergi antara pemerintah daerah, Perbasi dan klub-klub basket pun harapannya dapat terus diperkuat, agar pembinaan atlet berjalan lebih optimal.

"Jad, ke depan Kotim mampu melahirkan atlet basket berprestasi yang bisa bersaing di tingkat regional maupun nasional," demikian Hendra.

Baca juga: BKPSDM Kotim telusuri isu SK mutasi palsu

Baca juga: Legislator Kotim dorong penanganan drainase dalam kota secara menyeluruh

Baca juga: DPRD Kotim validasi lapangan terkait sengketa lahan di Cempaga Hulu