Logo Header Antaranews Kalteng

Apkasindo: Perkebunan Kelapa Sawit Tidak Merusak Lingkungan

Rabu, 9 Oktober 2013 09:06 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Asmar Arsjad (FOTO ANTARA Kalteng/Rachmat Hidayat)
Selama ini Uni Eropa melalui pasar internasional selalu memberikan isu negatif tentang perkebunan kelapa sawit melalui LSM asing atau nasional yang mendapatkan suntikan dana negara luar,"

Palangka Raya, 9/10 (Antara) - Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Asmar Arsjad menyatakan perkebunan kelapa sawit tidak merusak lingkungan seperti yang diisukan oleh pihak asing, khususnya Uni Eropa, sepanjang dikelola dengan benar.

"Selama ini Uni Eropa melalui pasar internasional selalu memberikan isu negatif tentang perkebunan kelapa sawit melalui LSM asing atau nasional yang mendapatkan suntikan dana negara luar," katanya di Palangka Raya, Rabu.

Ia sendiri menilai isu negatif tentang sawit Indonesia itu merupakan trik perdagangan di tingkat internasional, mengingat harga minyak sawit lebih murah dibandingkan minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai dan matahari.

Asmar mengatakan luas perkebunan kelapa sawit nasional mencapai 9,8 juta hektar, dan yang merupakan milik rakyat seluas 3,8 juta hektar. Dari hasil perkebunan kelapa sawit rakyat tersebut, sedikitnya ada 10 juta jiwa yang menggantungkan perekonomiannya pada hasil kebun itu.

"Untuk diketahui, luas perkebunan tanaman gandum, bunga matahari dan kedelai di negara Uni Eropa tersebut mencapai 280 juta hektar. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia hanya 9,8 juta hektar dan untuk total di dunia hanya mencapai 17 juta hektar. Hal itu sudah membuat negara eropa sudah ribut," ucapnya.

Dirinya mengaku sudah lama melakukan penelitian kelapa sawit dan tidak benar kalau mengembangkan perkebunan tersebut dapat melakukan pengrusakan lingkungan.

Oleh sebab itu, melalui Apkasindo yang saat ini sudah tersebar di 21 provinsi di Indonesia para petani akan diberikan berbagai macam informasi dan pemahaman tentang perkebunan kelapa sawit.

"Sejak tahun 1969 sampai dengan sekarang, dari hasil minyak kelapa sawit telah menguntungkan negara sekitar Rp100 triliun. Sayang sampai sekarang keterpihakan pemerintah terhadap para petani kelapa sawit masih sangat kurang," ujarnya.

Pihaknya mengaku sepanjang tahun 2011 telah melakukan tujuh kali melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah, dan Apkasindo juga meminta agar daerah yang menjadi lokasi petani sawit mendapatkan dana bagi hasil secara khusus seperti yang diberikan kepada lokasi perkebunan petani tembakau.

Apkasindo sendiri berdiri sejak tahun 2000 lalu, dan saat ini Ketua Apkasindo periode 2009 - 2014 dipegang oleh H Anizar Simanjuntak. Sedangkan di Kalteng saat ini Apkasindo diketuai oleh Kariadi yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Katingan sekaligus pelaku petani perkebunan sawit.

(T.KR-RON/B/F002/F002)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026