Logo Header Antaranews Kalteng

Apkasindo Kalteng gelar aksi bakar buah sawit akibat harga TBS anjlok

Selasa, 14 Juni 2022 14:57 WIB
Image Print
Belasan DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Tengah melakukan aksi bakar TBS sawit bentuk protes anjloknya harga jual TBS sawit yang dilaksanakan di Jalan G Obos Kota Palangka Raya, Selasa (14/6/2022). ANTARA/Adi Wibowo

Palangka Raya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar aksi bakar buah sawit di Jalan G Obos Kota Palangka Raya, karena anjloknya harga tandan buah segar atau TBS sawit milik petani.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPW Apkasindo Kalteng Gusto Adrianus disela-sela menggelar aksi tersebut, Selasa, mengatakan apa yang dilakukan organisasinya itu adalah bentuk keprihatinan petani kelapa sawit seluruh Indonesia.

"Kami sengaja bakar TBS sawit kami karena tidak bisa dijual, kalau dijual kami mengalami kerugian karena harga TBS saat ini sedang tidak bagus atau anjlok," kata Gusto sembari membakar TBS sawit.

Petani kelapa sawit sangat senang dengan adanya dibuka kembali keran ekspor CPO oleh pemerintah pusat, dengan harapan ada mengalami kenaikan harga jual TBS sawit.

Namun nyatanya sejak dibukanya harga ekspor minyak sawit mentah tersebut, malah harga jual kelapa sawit malah merosot hingga membuat para petani sulit untuk membeli pupuk kebun kelapa sawitnya itu.

"Ternyata dibukanya ekspor itu ada berbagai aturan tambahannya dan hal tersebut dibebankan ke harga TBS sawit, sehingga dengan adanya persoalan itu petani sawit yang kena getahnya," ucapnya.

Gusto juga menegaskan, harga pupuk untuk perkebunan kelapa sawit juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sampai 300 persen.

Dengan kondisi seperti ini, tentunya petani kelapa sawit akan menjerit apabila persoalan ini tidak segera ditanggulangi oleh pemerintah pusat.

"Kami membakar TBS sawit kami ini dengan tujuan untuk dijadikan kompos, daripada dijual kami mengalami kerugian, ditambah harga TBS sawit saat ini berada di angka Rp800 -Rp1.000 per kilogram. Sedangkan harga normal kemarin berkisar di harga Rp3.000," ungkapnya.

Tujuan aksi yang dilakukan belasan DPW Apkasindo Kalteng di Kota Palangka Raya itu, meminta perhatian Presiden Joko Widodo merespon terkait apa yang pihaknya sudah sampaikan.

Apabila ada oknum-oknum di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo yang melakukan hal tidak sesuai, bahkan ada dugaan mempermainkan persoalan ini agar segera dicopot dan diganti saja.

"Baik itu dari kementerian ataupun instansi terkaitnya, sehingga persoalan ini segera selesai," bebernya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPW Apkasindo Kalteng Hatir Sata Tarigan menambahkan, sebenarnya harga CPO menjulang tinggi di saat itulah sebenarnya ada harga kesejahteraan.

Namun kenyataannya pada hari ini, di saat di negara Malaysia Rp5.300/kg justru di Indonesia di harga Rp1.800/kg, ada sekitar Rp2.000 lebih selisih harganya.

"Ini sungguh ironis di saat rakyat kita harusnya mencapai kesejahteraan itu, namun justru petani sawit kita mengalami penderitaan dengan harga jual TBS sawit malah anjlok," tegas Hatir.



Pewarta :
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026