Palangka Raya, 22/10 (Antara) - Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah mendapat bantuan kendaraan operasional sebanyak 27 unit dari Kementerian Kehutanan.
Ke 27 unit kendaraan bermotor tersebut terdiri atas tiga mobil "slip on" atau pemadam kebakaran lahan, enam unit mobil untuk mobilisasi personrl dan logistik (monilog), empat unit mobil patrol dan 14 unit sepeda motor trail, kata Kabag TU BKSDA Kalteng Toto Sutiyoso di Palangka Raya, Selasa.
"Kendaraan tersebut rencananya akan ditempatkan ke empat pos BKSDA, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Muara Teweh, Kapuas dan Pangkalan Bun," jelasnya.
Toto mengatakan bahwa ke 27 unit tersebut merupakan pengadaan dari Kementerian Kehutanan sebagai upaya peremajaan kendaraan yang ada sekaligus peningkatan kinerja BKSDA Kalteng karena memiliki wilayah kerja yang cukup luas.
Hanya saja, lanjut dia, kendaraan tersebut belum sebanding dengan kebutuhan maupun luas provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" jika melihat jumlah personel Manggala Agni yang mencapai 268 orang.
"Setidaknya bantuan kendaraan dari Kemenhut itu bisa mempermudah petugas BKSAD memantau titik panas maupun kebakaran lahan di Kalteng," katanya.
Ia mengatakan bahwa alat pengecek titik panas tidak selalu optimal mendeteksi bibit api kebakaran lahan karena terkadang seng terkena matahari bisa dianggap titik panas.
Untuk itulah dibutuhkan kendaraan operasional baik mengecek langsung titik panas di lapangan maupun memadamkan kebakaran lahan beserta hutan di Kalteng, katanya.
"Kalteng kan termasuk wilayah rawan terjadi kebakaran, jadi sangat dibutuhkan peralatan canggih untuk mencegah maupun menanggulangi kebakaran," tegasnya.
(T.KR-JWM/B/F002/F002)
