Logo Header Antaranews Kalteng

BPBD: Kotawaringin Timur Siaga Bencana Banjir

Kamis, 5 Juni 2014 13:12 WIB
Image Print
Logo Badan Penanggulangan Bencada Daerah (BPBD). (Istimewa)
Status tersebut kami tetapkan mengingat saat ini curah hujan cenderung meningkat sehingga rawan terjadi bajir, terutama permukiman penduduk yang berada di daerah dataran rendah, pinggiran sungai maupun danau,"

Sampit (Antara Kalteng) - Badan Penanggulangan Bencada Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyatakan daerah itu saat ini siaga bencana banjir.

"Status tersebut kami tetapkan mengingat saat ini curah hujan cenderung meningkat sehingga rawan terjadi bajir, terutama permukiman penduduk yang berada di daerah dataran rendah, pinggiran sungai maupun danau," kata Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur Sanggol Lumban Gaol di Sampit, Kamis.

Akibat meningkatnya curah hujan tersebut saat ini sudah ada desa yang terendam banjir dengan kedalaman air berkisar antara 70-80 centimeter, yakni Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota besi.

Banjir di Desa Hanjalipan yang terjadi sejak Selasa (3/5) dan merendam sedikitnya 50 rumah kepala keluarga (KK) dari total 300 rumah.

Untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut, pihak BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur pada Rabu (4/5) telah menyalurkan bantuan sebanyak 300 paket sembako.

Menurut Sanggol, kedalaman air yang merendam rumah warga saat ini mulai berangsur surut, namun warga diimbau untuk tetap waspada karena tidak menutup kemungkinan air akan kembali naik akibat hujan.

"Untuk saat ini belum ada warga yang dievakuasi, selain mereka menolak untuk dievakuasi para korban juga menganggap sudah biasa terendam banjir, meski demikian kami telah menyiagakan tim di lokasi," katanya.

Sementara satu desa lainnya yang juga terancam terendam banjir adalah Desa Palangan. Terhadap warga desa setempat telah diimbau untuk waspada akan datangnya bencana banjir.

Selain diminta untuk selalu siaga terhadap bencana banjir, masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika ada perkembangan ketinggian air ke posko yang ada di BPBD.

"Dengan adanya laporan dari warga maka tim dapat dengan segera memberikan bantuan, baik bahan makanan maupun bantuan evakuasi jika dibutuhkan," katanya.

(T.KR-UTG/B/E005/E005)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026