Logo Header Antaranews Kalteng

Pasar Tradisional Di Seruyan Jadi Kandang Sapi

Rabu, 15 Oktober 2014 15:40 WIB
Image Print
Ilustrasi, (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)
Daripada tidak digunakan, lebih baik didiami sapi,"

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Pasar tradisional di Desa Danau Sembuluh I, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi kandang sapi, karena tidak digunakan sebagaimana mestinya.

"Daripada tidak digunakan, lebih baik didiami sapi," kata Saman, warga asal Desa Sembuluh, Rabu.

Menurut dia, entah disengaja atau tidak, sapi-sapi milik warga merasa nyaman berada di pasar yang dibangun Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) pada 2012, meski kotorannya berceceran di sekitar pasar.

Hal itu yang menyebabkan pasar yang semestinya dijadikan lapak bagi pedagang untuk berjualan, beralih fungsi menjadi kandang sapi milik warga.

"Bangunan pasar tersebut sebenarnya cukup refresentatif, namun sejak dibangun sekitar 2012 lalu sampai sekarang belum ada satu pun pedagang yang meminatinya," katanya.

Semestinya, menurut Saman, sebelum pasar dibangun pihak dinas hendaknya terlebih dahulu berkomunikasi dengan pedagang ataupun pihak desa, agar pembangunan fasilitas umum dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak mubazir.

"Pasar ini dibangun untuk pedagang, bukan untuk dinas, jadi harusnya ada koordinasi lebih dahulu," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UMKM Seruyan Laosma Purba menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan penataan kembali terhadap pasar yang dinilai terlantar di sejumlah kecamatan termasuk diantaranya pasar Desa Sembuluh I.

Diakuinya, di beberapa tempat pasar-pasar yang dibangun sejak beberapa tahun lalu hingga kini masih belum beroperasi, misalnya bangunan pasar di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Pasar Desa Lempasa, Danau Sembuluh dan pasar di Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah.

Bahkan, pasar besar yang dibangun dengan sangat megah dan berada di pusat Kota Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir pun sepi peminat.

"Oleh karena itu, kita sudah mulai melakukan inventarisasi, pasar-pasar ini nantinya akan dikembalikan sesuai dengan fungsinya," katanya.


(T.KR-JWM/B/M008/M008)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026