
Hari Pertama Masuk Sekolah Diisi Doa Bersama

Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan para siswa dan guru..."
Pangkalan Bun (Antara Kalteng) - Hari pertama masuk sekolah para pelajar di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, diisi dengan doa bersama untuk korban dan keluarga korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.
"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan para siswa dan guru. Kami sangat berharap korban ditemukan dan para keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran," kata Kepala SMAN 1 Pangkalan Bun, Rusnah di Pangkalan Bun, Senin.
Hampir semua sekolah melaksanakan kegiatan serupa. Doa bersama dilaksanakan di sela upacara bendera di hari pertama masuk sekolah setelah libur semester pertama.
Selain doa bersama, bendera merah putih yang sudah dinaikkan, kemudian diturun setengah tiang. Ini sebagai simbol bahwa para pelajar dan guru ikut berkabung atas musibah jatuhnya pesawat AirAsia.
"Pengibaran bendera setengah tiang ini memang sudah diinstruksikan Dinas Pendidikan Kotawaringin Barat sebagai lambang bahwa kita juga turut berduka atas musibah ini," kata Rusnah.
Pesawat AirAsia QZ 8501 mengangkut 155 penumpang dan tujuh kru saat dinyatakan hilang kontak di atas perairan Selat Karimata, Minggu (28/12/2014) setelah delapan menit lepas landas dari Surabaya menuju Singapura.
Hingga Senin (5/1) siang, sudah 34 jenazah berhasil dievakuasi ke Surabaya. ***4***
(T.KR-NJI/B/E001/E001) 05-01-2015 12:22:11
Pewarta : Norjani
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
