Logo Header Antaranews Kalteng

Kasus Gigitan Anjing Di Kotim Bertambah

Senin, 11 Mei 2015 15:36 WIB
Image Print
Ilustrasi. (FOTO ANTARA)
...Tiba-tiba anjing itu menyerang dan menggigit saya,"

Sampit (Antara Kalteng) - Kasus gigitan anjing yang diduga menjadi penyebab mengidap penyakit rabies di Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah bertambah dalam beberapa pekan terakhir.

Kasus yang belum lama ini terjadi dialami Suharto (72), warga Jalan Sudirman Komplek Perumahan Bina Karya Gang Taurus yang digigit anjing pada bagian lengannya hingga mengalami pendarahan pada Senin (11/5/2015)pagi.

"Anjing tersebut milik tetangga dan saya ikut merawatnya. Saat itu sedang makan terus dikerumiuni ayam. Kemudian saya halau ayamnya. Tiba-tiba anjing itu menyerang dan menggigit saya," kata Suharto, sambil menunjukkan bekas luka dan pendarahan akibat gigitan anjing.

Kakek itu pun akhirnya dilarikan ke Rabies Center Puskesmas II Ketapang, guna mendapat suntikan vaksin anti rabies. Setelah beberapa saat menjalani perawatan, Suharto diperbolehkan pulang karena luka yang dialaminya tidak begitu parah.

Sebelumnya anjing itu tidak pernah menggigit. Bahkan dia sering mengelus-elus anjing milik tetangganya yang sering diberinya makan tersebut. Tidak jarang juga saat sedang makan dikerumuni ayam, tetapi tidak pernah menyerang ayam-ayam yang mengganggunya makan.

"Anjing itu sebelumnya sudah diberikan vaksin pada April 2015 lalu, tetapi saya khawatir kalau terjangkit rabies. Makanya saya setuju saja anjing itu dimusnahkan petugas," ucap dia.

Di hari yang sama, Ariani (40) warga Jalan Sudirman Komplek Sawit Raya juga menjadi korban gigitan anjing yang diduga mengidap penyakit rabies. Korban juga langsung mendapat perawatan dan vaksin anti rabies di Rabies Center Puskesmas II Ketapang.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Penularan Penyakit Hewan dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim, Danik Arianti, mengatakan jika anjing tersebut telah dimusnahkan dengan memenggal kepalanya.

"Kami belum bisa memastikannya, karena penggalan kepala anjing akan kami kirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan dan hasilnya baru bisa diketahui tiga hari kemudian," jelasnya.

Berdasarkan data pihak Dinas Kesehatan Kotim, terhitung sejak Januari-11 Mei 2015, sedikitnya sudah 31 kasus gigitan anjing diduga rabies. Dari jumlah itu seorang korban meninggal dunia pada Februari 2015.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026