
Polres Kotim Tertibkan Mobil Bak Terbuka Angkutan Penumpang

Sampit (Antara Kalteng) - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menertibkan mobil bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang karena dinilai rawan kecelakaan yang bisa menimbulkan korban jiwa.
"Kami sudah mengarahkan truk dan pikup tidak diperuntukkan mengangkut manusia, tetapi untuk mengangkut barang. Kami memberikan arahan kepada masyarakat jangan membawa penumpang menggunakan bak terbuka," tegas Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan di Sampit, Senin.
Penggunaan mobil bak terbuka seperti truk dan pikup untuk mengangkutan penumpang dinilai rawan kecelakaan. Hal ini penting disadari pemilik kendaraan, katanya.
Dia mengatakan, di Kotim sedikitnya sudah tiga kali terjadi kecelakaan seperti truk pengangkut karyawan perkebunan kelapa sawit hingga menimbulkan korban jiwa puluhan orang.
"Kita semua tidak menginginkan korban jiwa akibat penggunaan truk terbuka mengangkut manusia. Sebaiknya masyarakat menyadari bahwa kecelakaan dominan faktor kelalaian manusia," katanya.
Untuk itulah Polres Kotim bersikap tegas terhadap mobil bak terbuka bermuatan penumpang. Kendaraan itu diperuntukkan untuk mengangkut barang, bukan penumpang, ujarnya.
Saat musim arus mudik dan libur lebaran lalu, sudah beberapa kali polisi menurunkan paksa penumpang yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka jenis pikup di daerah tersebut.
"Kalau masih ada yang bandel, kita akan proses. Tapi kita tidak mengharapkan sampai terjadi tindak pidana, makanya kami mengharapkan agar perusahaan-perusahaan dan koperasi sama-sama peduli. Kalau truk terbalik maka bisa menimbulkan korban jiwa," jelas Hendra.
Polres bersama jajarannya menyosialisasikan larangan penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang, termasuk truk milik perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut.
Dia mengatakan, sasaran sosialisasi dilarang menggunakan truk bak terbuka ke kantong-kantong penumpang seperti terminal, pelabuhan dan lokasi lainnya.
Pewarta : Norjani
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
