Logo Header Antaranews Kalteng

Komisi III Sidak Pelayanan Rumah Sakit Sampit

Rabu, 2 Maret 2016 11:12 WIB
Image Print
Ilustrasi (Istimewa)

Sampit (Antara Kalteng) - Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah melakukan inspeksi mendadak terhadap pelayanan rumah sakit daerah dr Murjani Sampit.

"Sidak ini kita lakukan untuk melihat secara langsung pelayanan di rumah sakit itu dan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi rumah sakit," kata Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun di Sampit, Selasa.

Rimbun mengatakan, Sidak dilakukan juga untuk menyerap aspirasi masyarakat yang sedang berobat dan menjalani perawatan di rumah sakit dr Murjani Sampit. Sidak itu diharapkan dapat memberi solusi terhadap sejumlah permasalahan yang dihadapi rumah sakit.

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukannya bersama sejumlah anggota Komisi III DPRD Kotim tersebut diketahui ada permasalahan yang perlu segera diselesaikan. Pertama masalah terhentinya pasokan listrik ke rumah sakit akibat rusaknya jaringan.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, rumah sakit menyewa generator set (Genset) berkapasitas 500 KPA milik perusahaan swasta dengan harga sewa Rp3 juta/hari. Masalah belum dibayar intensif dokter spesialis oleh pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Permasalahan ini akan kita bawa dalam rapat kerja komisi III dengan mitra, yakni dinas Kesehatan, rumah sakit, dan pihak BPJS untuk bisa duduk bersama memecahkan permasalahan ini," katanya.

Permasalahan lain yang hingga kini belum terselesaikan adalah kesulitan membayar tunjungan dokter spesialis. Pembayaran tunjangan dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit umum dr Murjani Sampit berlum terbayar sejak 2015 lalu.

"Kita sudah menganggarkan dalam APBD 2016 untuk pembayaran tunjangan dokter spesialis tersebut, angkanya mencapai Rp16 miliar lebih," kata dia.

Anggaran sebesar Rp16 miliar untuk pembayaran tunjangan dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit Sampit. Pada 2015 sebesar Rp3 miliar tunjangan dokter spesialis yang belum terbayar dan sisanya sebesar Rp11 miliar untuk pembayaran tunjangan 2016.




Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026