Logo Header Antaranews Kalteng

Waduh!! Ratusan Titik Jalan Malawaken - Benangin Di Barito Utara Rusak Parah

Minggu, 25 Desember 2016 06:51 WIB
Image Print
Salah satu titik jalan yang rusak di ruas jalan Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru - Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur. (Istimewa)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Ruas jalan di wilayah Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru hingga Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mengalami kerusakan.

"Jalan yang rusak parah berada di kilometer 26 hingga arah ke Desa Benangin dan paling parah ada sekitar enam titik," kata seorang warga Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru, Irwansyah, Sabtu.

Menurut dia, kerusakan jalan terutama musim hujan yang menghubungkan wilayah Barito Utara hingga Provinsi Kalimantan Timur ini diperkirakan bertambah hingga Desa Benangin dan Lampeong Kecamatan Gunung Purei.

Sebagian jalan yang rusak dalam kondisi sudah beraspal dan sebagian tanah yang merupakan jalan nasional tanggungjawab Pemprov Kalteng yakni Dinas Pekerjaan Umum Kalteng.

"Akibat jalan beraspal yang rusak ini banyak warga yang jatuh di titik yang rusak karena topografinya berbukit-bukit dengan kondisi jalan yang nyaman (aspal) dan sering mengendarai secara cepat sehingga banyak yang tidak tahu di depannya jalan rusak," katanya

Sementara salah seorang anggota DPRD Barito Utara, Tajeri membenarkan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Teweh Baru dengan Kecamatan Teweh Timur sangat memerlukan perhatian, baik pemprov Kalteng maupun pemerintah Kabupaten Barito Utara.

"Ruas jalan yang diperkirakan mencapai panjang 100 kilometer ini sudah sangatlah parah dengan ratusan titik kerusakan pada jalan tersebut," kata Tajeri yang melihat langsung kondisi jalan rusak tersebut .

Banyaknya lubang-lubang yang ada serta kerusakan lainnya di ruas jalan penghubung antara Kecamatan Teweh Baru dan Teweh Timur ini, menyebabkan perjalanan yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam, namun kini dilalui dengan waktu empat hingga lima jam perjalanan.

Selain memakan waktu yang lebih lama, kerusakan pada ruas jalan tersebut juga dapat mengakibatkan potensi kecelakaan pada pengendara yang melintasi jalan tersebut juga kerusakan pada kendaraan masyarakat.

"Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut diakibatkan banyaknya aktivitas kendaraan berat yang melintasi dengan muatan yang melebihi tonase atau kapasitas saat melalui ruas jalan tersebut, karena jalan tersebut merupakan jalan tipe C yang hanya mampu menahan beban muatan seberat empat hingga enam ton," kata Ketua Komisi C DPRD Barito Utara ini,

Mobil bertonase berat yang melintasi diruas jalan tersebut, kata Tajeri mengangkut muatan yang melebihi kekuatan jalan tersebut yang mencapai puluhan ton, seperti pengangkutan kayu, sementara kekuatan ruas jalan itu hanya tipe C.

Adanya pengawasan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah untuk penertiban kafasitas muatan dari kendaraan-kendaraan yang melintasi jalan-jalan yang ada di Kabupaten Barito Utara khususnya di ruas jalan tersebut, serta melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut.

"Karena ruas jalan tersebut telah dibangun oleh provinsi, maka pemerintah daerah perlu mengawasi dan merawat jalan tersebut agar tidak rusak yang lebih parah," ujar Tajeri yang juga politisi dari Partai Gerindra ini.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026