Logo Header Antaranews Kalteng

Ujicoba Tanam Pagi Gogo di Kawasan Rawan Banjir Gunung Timang

Kamis, 2 Maret 2017 10:58 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi berada di areal tanaman padi gogo di lahan persawahan Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang. (Istimewa)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melakukan ujicoba menanam padi gogo di kawasan persawahan yang rawan diterjang banjir di wilayah Desa Kandui kecamatan Gunung Timang pada musim tanam Oktober-Maret 2016/2017.

"Saat ini tanaman padi varietas lokal ini sangat cocok ditanam di kawasan sawah yang sering dilanda banjir dan kini sudah mendekati masa panen," kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara (Barut), Setia Budi di Muara Teweh, Rabu.

Menurut Budi, tanaman padi gogo ini dikembangkan oleh kelompok tani "Sawah Buyung" di Desa Kandui Kecamatan Gunung Timang seluas 60 hektare.

Tanaman pagi gogo tersebut tahan terhadap terjangan banjir yang hampir setiap hujan lebat selalu terendam banjir, namun karena ketinggian padi mencapai 170 sentimeter sehingga mampu bertahan dan hidup terhadap banjir bandang tersebut.

"Sebelumnya petani padi sawah setempat sering gagal panen akibat terjangan banjir, namun kini mereka bisa mengatasi dengan menanam padi gogo itu," katanya.

Budi menyarankan kepada masyarakat khususnya para petani yang bercocok tanam di daerah-daerah rawan banjir dapat melirik jenis padi gogo ini, karena sangat baik untuk mengurangi dampak gagal panen karena banjir, khususnya pada saat musim penghujan.

"Berkurangnya dampak gagal panen dapat menjadi antisipasi kerugian para petani, sehingga diharapkan dapat menunjang perekonomian petani serta program swasembada pangan di Kabupaten Barito Utara," katanya.

Musim tanam Oktober-Maret 2016/2017 di Kabupaten Barito Utara dengan sasaran tanam padi seluas 12.310 hektare baik padi sawah maupun padi ladang atau pagi gunung.

Lahan padi sawah seluas 1.891 hektare tersebar di Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah, Teweh Selatan, Teweh Timur dan Montallat, sedangkan padi ladang seluas 10.419 hektare tersebar di sembilan kecamatan.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026