
Ratusan Siswa SDN 3 Bukit Tunggal Sepakat Tidak Lakukan Bully

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Ratusan siswa-siswi beserta guru di SDN 3 Bukit Tunggal bersama Ketua PKK Kota Palangka Raya Hj Norlaina Riban Satia dan Komunitas Betang Muda Peduli berkomitmen bahwa di sekolah tersebut anti kekerasan terhadap anak, termasuk melakukan bully atau mengejek kekurangan orang lain.
Komunitas Betang Muda Peduli menilai saat ini masih ada aktivitas di sekolah siswa atau siswi yang melakukan kekerasan atau mengintimidasi sesama anak dibawa umur baik di bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Oleh karena itu, perlu adanya komunitas yang menggerakan "Say No To Bully".
"Kami berharap SDN 3 Bukit Tunggal bisa menjadi percontohan dan berkomitmen dengan menandatangani nota kesepakatan anti bully, maka kita harapkan kekerasan terhadap anak atau mengintimidasi tidak terjadi di sekolah tersebut," kata Hj Norlaina Riban Satia saat dibincangi usai melakukan nota kesepahaman dengan murid, guru dan Komunitas Betang Peduli, di Palangka Raya, Sabtu.
Istri Wali Kota Palangka Raya dua periode tersebut juga berharap, kegiatan seperti ini tentunya tidak hanya disosialisasikan di SDN 3 Bukit Tunggal saja. Melainkan di setiap sekolahan yang ada di Kota setempat. Agar permasalahan membully ditingkat siswa siswi sekolah tidak pernah terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalteng itu.
"Ini pentingnya sosialisasi tersebut, kendati sampai saat ini kita belum pernah mendengar adanya kabar peserta didik kita yang melakukan kekerasan terhadap tenannya," bebernya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 3 Bukit Tunggal Sujianto menambahkan, dengan adanya kegiatan yang di gagas oleh anak muda dari Kota setempat. Sudah tentu kita merespon positif, agar kedepan anak-anak kita itu tidak melakukan hal yang dimaksud pada kegiatan yang dilakukan hari ini.
"Apabila hal seperti ini tidak disosialisasikan gencar, takutnya permasalah bully merambah ke peserta didik kita. Maka dari itu kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang manfaatnya sangat baik bagi generasi bangsa ini," bebernya.
Ditambahkan Sujianto, ia berharap kegiatan serupa bisa ditularkan ke sekolah-sekolah lain. Agar para peserta didik di Kota ini mengerti apa itu bully, jangan sampai mereka nanti yang menjadi pelaku bully itu kalau tidak diberitahukan.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Artis Ibu Kota Arick Andreaz Pramana yang mengaku pernah menjadi korban Bully ketika masih dibangku sekolah, namun hal itu tidak mengendorkan semangat prestasinya dalam bidang pendidikan.
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
