
Kodim Sampit Dorong Penambahan Cetak Sawah di Kotim

Sampit (Antaranews Kalteng) - Kodim 1015 Sampit mendukung Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, memperluas cetak sawah untuk memperkuat ketahanan pangan di kabupaten tersebut, bekerja sama dengan TNI.
"Kerja sama antara TNI dengan pemerintah daerah, termasuk dalam hal cetak sawah, sudah berjalan bagus. Kami mendorong ini bisa lebih ditingkatkan," kata Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Inf I Gede Putra Yasa melalui Kasdim Mayor Inf Amar Nasution di Sampit, Rabu.
Saat paparan dalam rapat evaluasi akhir tahun 2017 bersama pemerintah daerah, Nasution menjelaskan tugas TNI tidak hanya berperang dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada tugas lain yang dilakukan ketika tidak dalam kondisi perang, salah satunya adalah membantu pemerintah daerah.
Salah satu yang saat ini gencar dilakukan adalah melakukan cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya di daerah. Anggota Kodim 1015 Sampit bersama Dinas Pertanian turun ke sawah membantu dan mendampingi petani untuk melakukan berbagai upaya peningkatan produksi pertanian.
Kerja sama ini sudah berjalan dengan baik dan diakui membawa dampak yang positif. Upsus atau upaya pendampingan khusus juga dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pertanian. Kegiatan ini berjalan baik dan diharapkan bisa lebih ditingkatkan.
Selama 2017 ini, kerjasama Dinas Pertanian Kotawaringin Timur dengan Kodim 1015 Sampit, telah mampu membantu cetak sawah seluas 300 hektare. Tersebar di Kecamatan Pulau Hanaut seluas 100 hektare, Kotabesi 50 hektare, Mentaya Hilir Utara 100 hektare dan Baamang 50 hektare.
"Kami berharap Dinas Pertanian mendorong penyuluh pertanian dan petani untuk meningkatkan luas tambah tanam sehingga sawah yang sudah tercetak bisa untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan berswasembada pangan," kata Nasution.
Kodim 1015 Sampit juga membantu penyerapan gabah atau beras Kotawaringin Timur, bekerjasama dengan Bulog Sub Divisi Regional Sampit. Target penyerapan di Kotawaringin Timur tahun 2017 sebanyak 4.810 ton, stok tersedia di gudang 1.481,17 ton atau 30,79 persen.
Kendala yang dihadapi di lapangan adalah harga pembelian pemerintah lebih rendah sehingga banyak petani yang memilih menjual gabah kepada tengkulak. Kondisi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam hal harga pembelian gabah sehingga serapan gabah bisa lebih optimal.
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026
