Logo Header Antaranews Kalteng

Pantauan harga bahan pokok di Barito Selatan stabil

Jumat, 2 Maret 2018 19:55 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bahan Pokok. (Istimewa)

Buntok (Antaranews Kalteng) - Harga bahan pokok di kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah relatif stabil, dan sejauh ini tidak mengalami kelangkaan.

"Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan harga bahan pokok di Pasar Beringin Buntok," kata Kabid Pedagangan, pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Barito Selatan, Junaidi, di Buntok, Jumat.

Ia mengatakan, sejumlah harga bahan pokok pada pasar tersebut sudah stabil, dan harganya rata-rata sudah mengalami penurunan dari sebelumnya.

"Seperti harga gula yang sebelumnya Rp13 ribu mengalami penurunan menjadi Rp12 ribu per kilogramnya, harga minyak goreng dari Rp13 ribu juga turun menjadi Rp12 ribu," jelasnya.

Untuk harga tepung lanjut Junaidi rata-rata masih tetap bertahan, hanya tepung cakra kembar yang sebelumnya Rp12.500 turun menjadi Rp12 ribu.

Harga daging ayam ras turun dari Rp36 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogramnya, dan untuk harga daging sapi masih bertahan Rp145 ribu/ kilogramnya.

Ia menyampaikan, untuk harga cabe keriting bertahan Rp50 ribu, cabe biasa turun Rp5.000, dari Rp 50.000 menjadi Rp45.000 per kilogramnya. Untuk cabe rawit bertahan Rp65 ribu, cabe taji juga turun dari Rp60 ribu menjadi Rp55 ribu, sedangkan cabe tiung mengalami kenaikan, dari Rp55 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogramnya.

"Harga bawang merah juga ikut mengalami penurunan harga dari Rp22 ribu turun menjadi Rp20 ribu, begitu juga dengan harga bawang putih mengalami penurunan drastis, dari Rp28 ribu menjadi Rp22 ribu," ujar Junaidi.

Sementara harga beras ada mengalami kenaikan, dan sebagian mengalami penurunan harga seperti beras karang dukuh naik dari Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogramnya, dan beras siam unus turun dari Rp17 ribu turun menjadi Rp 16 ribu/kilogramnya.

Untuk harga telur itik bertahan Rp2.500/butir, harga telur ayam kampung Rp 2 ribu/butir, dan harga telur ayam ras turun dari Rp1.800 menjadi Rp 1.600/ butirnya.

Ia menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga bahan pokok tersebut, dan bila terjadi kenaikan harga pihaknya akan melaksanakan operasi pasar.



Pewarta :
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026