
JCH Lamandau diminta kurangi swafoto dan ambil barang sembarangan

Nanga Bulik, 1/8 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, meminta jamaah calon haji (JCH) daerah itu agar mengurangi penggunaan telepon genggam, khususnya swafoto karena banyak tempat di Arab Saudi yang dilarang difoto.
Selain itu, apabila ada menemukan barang-barang yang tercecer di pinggir jalan atau tempat lainnya agar langsung menyerahkan ke petugas setempat, kata Asisten I Setda Lamandau, Atie Dieny saat melepas keberangkatan 12 jemaah calon haji, di Nanga Bulik, Rabu.
"Sejumlah tempat di Negara Arab Saudi, khususnya Mekkah, banyak dipasangi CCTV. Jangan sampai hanya karena menemukan sesuatu di jalan, kita berurusan dengan aparat penegak hukum setempat. Kita bisa saja dituduh mencuri, padahal menemukan barang itu dan ingin dikembalikan," ucap dia.
Sebanyak 12 JCH asal Kabupaten Lamandau yang telah diberangkatkan tersebut akan tergabung dalam Kloter 10. Mereka akan bergabung dengan JCH asal Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Barito Utara.
Menurutnya jadwal masuk JCH kloter ke Asrama Haji yang berada di Kota Palangka Raya dimajukan lima jam dari jadwal semula. Untuk itu, JCH asal Kabupaten Lamandau sudah harus masuk paling lambat 2 Agustus sekitar pukul 03:30 wib.
"JCH 12 orang ini merupakan gelombang ke 2 tahun 2018. Mereka masuk asrama, Kamis (2/8/18) dini hari, dan akan langsung diberangkatkan ke Mekkah," kata dia.
Mantan Camat Bulik ini menegaskan, Pemkab Lamandau selalu berusaha maksimal memfasilitasi umat muslim berakat ke tanah suci. Upaya menciptakan maksimal tersebut dimulai dari manasik haji, pemberangkatan sampai masuk ke pesawat, serta melakukan penjemputan setelah pulang dari Tanah Suci.
"Ibadah haji adalah rukun Islam yang Kelima, hal ini merupakan kewajiban satu kali seumur hidup bagi setiap orang Islam yang mampu untuk melaksanakannya. Pemkab Lamandau terus berupaya memfasilitasinya," demikian Atie.
Pewarta : Fuad Siddiq
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
