
Legislator desak Pemkab Kotim serius tangan krisis air bersih

Sampit (ANTARA) - Legislator Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Ramli mendesak pemerintah kabupaten setempat untuk lebih serius menangani krisis air bersih yang terjadi di wilayah selatan kabupaten itu.
Kejadian krisis air bersih di selatan Kotim tidak hanya terjadi pada musim kemarau tahun ini, melainkan sudah sejak dahulu, kata Ramli di Sampit, Senin.
"Tapi sangat disayangkan, krisis air bersih itu terjadi berulang-ulang dan seakan tidak ada solusi yang tepat dari Pemkab," ucapnya.
Belum adanya solusi terkait krisis air bersih di wilayah selatan, Ramli menuding karena pemerintah kabupaten setempat tidak pernah serius menanganinya. Sehingga kejadian itu terulang, khususnya saat musim kemarau.
Anggota DPRD Kotim itu mengatakan wilayah selatan merupakan wilayah pesisir, sehingga ketika musim kemarau tiba sebagian besar sumber air bersih di daerah itu tidak dapat dimanfaatkan karena rasanya berubah menjadi payau dan asin.
Baca juga: Penanganan karhutla perlu inovasi baru, kata legislator Kotim
"Untuk mengatasi krisis air bersih tidak cukup dengan hanya mengirimkan air bersih dari Kota Sampit ke wilayah krisis air bersih. Kami ingin pemkab mencari solusi lain. Bisa saja melakukan pengeboran dengan kedalaman tertentu untuk mendapatkan air bersih," ucapnya.
Menurut Ramli, selama ini pemerintah kabupaten tidak pernah mencoba pengeboran untuk mendapatkan air bersih. Akibatnya ribuan warga di puluhan desa yang berada di empat kecamatan wilayah selatan Kotim kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi.
Empat kecamatan dan puluhan desa di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur yang saat ini mengalami krisis air bersih adalah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, dan Kecamatan Teluk Sampit.
Pengiriman air bersih dengan menggunakan truk tangki tidak menyelesaikan masalah, karena pasokan terbatas. Sementara yang membutuhkan air bersih jumlahnya mencapai ribuan orang. Namun dengan adanya sumur bor diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.
"Air bersih merupakan kebutuhan pokok setiap warga, untuk itu kami ingin penanganan permasalahan air bersih di wilayah selatan nantinya menjadi skala prioritas," tegasnya.
Wakil rakyat Kotim itu mengaku optimis permasalahan air bersih di wilayah selatan dapat diatasi, sepanjang Pemkab serius menanganinya.
"Dan jika tidak dapat dilakukan satu kali anggaran maka, dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," demikian Ramli.
Baca juga: DPRD berharap pengunduran jam kerja pegawai tidak ganggu pelayanan
Baca juga: DPRD Kotim desak pemerintah cabut izin perusahaan sawit tak berpartisipasi tangani karhutla
Pewarta : Untung Setiawan
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
