Polres Kotim bongkar pembuatan sarang walet palsu berbahan mie soun

id Polres Kotim bongkar pembuatan sarang walet palsu berbahan mie soun, polres Kotim, walet, sarang walet, Sampit, Kotim, Kotawaringin Timur

Polres Kotim bongkar pembuatan sarang walet palsu berbahan mie soun

Sejumlah barang bukti ditemukan polisi di rumah tersangka pembuat sarang walet palsu di Sampit. ANTARA/HO-Polres Kotim

Sampit (ANTARA) - Dugaan penipuan dengan modus sarang burung walet palsu terbuat dari mie soun atau sohun di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah berhasil diungkap kepolisian setempat.

"Awalnya ada seorang warga yang melaporkan dugaan penipuan. Setelah diselidiki, akhirnya terbongkar pembuatan sarang walet palsu ini. Tersangka sudah kami tangkap," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin di Sampit, Rabu.

Tersangka penipuan dengan modus sarang burung palsu itu adalah seorang pria berinisial MK (48). Dia membuat sarang burung palsu di rumahnya, kemudian menjualnya kepada pengepul.

Sarang walet palsu itu dibuat dari mie soun yang dibentuk menyerupai sarang walet aslinya menggunakan sejenis mal yang dibuatnya sendiri. Sejauh ini dia mengaku melakukan aksi itu seorang diri.

Secara sepintas, sarang walet palsu itu mirip seperti aslinya. Bentuk mie soun yang lembut dan warnanya yang putih bersih, secara kasat mata memang cukup mirip dengan sarang burung walet.

Baca juga: Yoyo-Madi terima kenyataan gagal bertarung di Pilkada Kotim

Dugaan penipuan itu terbongkar setelah korban curiga dengan bentuk sarang walet yang dibelinya dari tersangka berbeda dengan sarang walet asli. Setelah memeriksa secara teliti dan membandingkan, pengepul sarang walet itu baru menyadari bahwa dirinya jadi korban penipuan.

Akibat membeli sarang walet palsu terbuat dari mie soun itu, korban menderita kerugian sekitar Rp2 juta. Korban kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek Baamang.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat mencari hingga berhasil menangkap tersangka. Polisi juga menemukan barang bukti sejumlah peralatan seperti mal atau cetakan untuk membentuk mie soun menyerupai sarang walet.

"Kasus ini masih kami dalami untuk mengetahui apakah ada korban lainnya serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Tersangka masih kami periksa secara intensif," kata Jakin.

Bisnis sarang walet sangat menjanjikan karena harganya yang tinggi hingga belasan juta rupiah per kilogram. Pebisnis sarang walet diingatkan lebih teliti agar tidak sampai menjadi korban penipuan.

Baca juga: Pembunuh ayah tiri di Kotim mengaku menyesal

Baca juga: Drainase permukiman di Sampit perlu dibenahi mencegah banjir


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar