Sampit (ANTARA) - Sektor pertanian dalam arti luas, ternyata menjadi sektor yang saat ini paling banyak menyerap tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan," kata Kepala Badan Pusat Statis (BPS) Kotawaringin Timur, Eddy Surahman di Sampit, Selasa.
Data tersebut dituangkan dalam statistik ketenagakerjaan Kabupaten Kotawaringin Timur 2024 hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Sampel terpilih untuk Sakernas Agustus 2023 secara nasional berjumlah 300.000 rumah tangga, sedangkan target sampel di Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 520 rumah tangga.
Pada Agustus 2024, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebanyak 341.726 orang, mengalami peningkatan sebesar 4.771 orang dibandingkan kondisi satu tahun lalu.
Dari seluruh penduduk usia kerja, sebanyak 218.747 orang termasuk ke dalam kategori angkatan kerja. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yakni berumur 15 tahun dan lebih, yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.
Persentase angkatan kerja digambarkan melalui indikator Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). TPAK Kabupaten Kotawaringin Timur pada Agustus 2024 adalah 64,01 persen, meningkat 0,98 persen poin dibandingkan Agustus 2023.
Dari penduduk yang tergolong ke dalam angkatan kerja, jumlah penduduk yang bekerja di Kabupaten Kotawaringin Timur pada Agustus 2024 adalah sebanyak 208.614 orang. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 6.359 orang dalam periode satu tahun.
Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja, jumlah pengangguran terbuka juga meningkat, yaitu menjadi 10.133 orang pada Agustus 2024.
Baca juga: Program swasembaga pangan buka peluang usaha pertanian di Kotim
Dari jumlah penduduk yang berstatus pengangguran, dapat diketahui bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 4,63 persen, mengalami penurunan dibandingkan TPT Agustus 2023, yaitu sebesar 0,14 persen.
Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan dengan jumlah tenaga kerja sebesar 94.164 orang atau sebesar 45,14 persen dari seluruh penduduk bekerja.
Kemudian sektor jasa-jasa mampu menyerap tenaga kerja sebesar 43,13 persen, dan yang paling sedikit penyerapan tenaga kerjanya adalah sektor Industri sebesar 24.467 orang atau sebesar 11,73 persen.
Berdasarkan status pekerjaan, jumlah pekerja formal atau pekerja yang berstatus buruh atau karyawan dan berusaha dibantu buruh tetap adalah sebanyak 109.147 orang atau 52,32 persen, sedangkan pekerja yang bekerja di sektor informal sebanyak 99.467 orang atau 47,68 persen.
Jika dilihat dari jumlah jam kerja pekerjaan utamanya, sebanyak 143.070 orang atau 68,58 persen pekerja termasuk ke dalam pekerja penuh karena bekerja 35 jam atau lebih perminggu, sementara itu sebanyak 65.544 orang atau 31,42 persen pekerja tergolong sebagai pekerja tidak penuh, dan sebanyak 2.020 orang atau 0,97 persen termasuk sementara tidak bekerja.
Pada Agustus 2024, angka pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 4,63 persen. Angka tersebut turun sebesar 0,14 persen poin jika dibandingkan dengan Agustus 2023.
Jika dilihat dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur paling banyak menamatkan Pendidikan tertingginya pada jenjang SMA/SMK/sederajat.
"Penyusunan publikasi ini bertujuan untuk memberikan data yang menggambarkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Kotawaringin Timur Agustus 2024. Tabel yang disajikan publikasi ini meliputi jumlah penduduk yang bekerja, penduduk bekerja menurut tingkat pendidikan, jam kerja, lapangan usaha, dan jumlah pengangguran," demikian Eddy Surahman.
Baca juga: Disdik Kotim dukung penguatan regulasi budaya lingkungan hidup di sekolah
Baca juga: Efisiensi anggaran dan BPHTB pengaruhi penurunan target pendapatan Kotim
Baca juga: DCKTRP Kotim sebut mayoritas pemilik setuju untuk pembebasan lahan bandara
