Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menekankan pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin bagi generasi muda di daerah setempat guna membentuk generasi yang cerdas dan tangguh.
"Penerapan gizi seimbang dan rutinitas olahraga minimal seminggu sekali harus menjadi bagian dari kebiasaan siswa," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Pariadi di Muara Teweh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan Pariadi dalam Gerakan Aksi Bergizi di sekolah yang digelar di halaman SMPN 1 Muara Teweh, Jumat.
Menurut dia, menyiapkan generasi penerus, generasi muda yang cerdas dan bergairah. Tapi, jangan terlalu berlebihan dalam konsumsi protein atau karbohidrat. Semua harus seimbang, termasuk asupan sayur dan buah-buahan," ujarnya.
Olahraga meskipun dilakukan sebentar tetap memiliki dampak besar terhadap pembentukan fisik dan mental siswa.
"Selain fisik, mental juga perlu dibangun sejak dini. Negara maju seperti Jepang bisa bersaing karena masyarakatnya memiliki mental yang kuat, dan itu yang menjadi harapan kita ke depan," tegasnya.
Gerakan Aksi Bergizi ini merupakan salah satu program lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan instansi lainnya untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dikatakannya, aksi Gerakan Bergizi kali ini melibatkan empat kegiatan utama, yakni senam bersama, sarapan bergizi, minum tablet tambah darah, dan edukasi “Isi Piringku”.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membangun gaya hidup sehat, namun juga menanamkan kebiasaan konsumsi gizi seimbang yang dimulai dari lingkungan sekolah.
Pariadi juga menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, namun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen dan lintas sektor.
"Saya berharap sekolah-sekolah lain bisa meniru dan melaksanakan kegiatan serupa secara rutin. Karena intervensi gizi harus dimulai sejak usia remaja sebagai bagian dari 8000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan masa depan generasi bangsa," ujar Pariadi.
Kepala SMPN 1 Muara Teweh Maslan mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan Gerakan Aksi Bergizi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.
Dia juga mengajak seluruh peserta untuk mengheningkan cipta sejenak sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik dan tokoh-tokoh pendahulu sekolah yang telah berkontribusi sejak era SMP Mangkusari berdiri pada 1954 hingga menjadi SMPN 1 Muara Teweh secara resmi pada 1 Agustus 1974.
"Aksi Bergizi ini merupakan upaya untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada peserta didik. Gizi seimbang dan aktivitas fisik adalah fondasi penting dalam pertumbuhan anak-anak kita, baik untuk perkembangan fisik maupun akademik," ujar Maslan.
Ketua Tim Penggerak PKK Barito Utara Melly Novita Gunawan melalui sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Wakil Ketua II dan juga Sekretaris Dinas Sosial dan PMD setempat Sunarty menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, namun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen dan lintas sektor.
"Saya berharap sekolah-sekolah lain bisa meniru dan melaksanakan kegiatan serupa secara rutin. Karena intervensi gizi harus dimulai sejak usia remaja sebagai bagian dari 8000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan masa depan generasi bangsa," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diikuti dengan antusias oleh para pelajar dan guru. Harapannya, Aksi Bergizi dapat menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan sekolah demi mencetak generasi yang lebih sehat dan produktif.
