Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar apel siaga dan gladi kesiapsiagaan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Semoga kegiatan ini semakin memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektoral dalam penanggulangan karhutla di Kotim, serta menjadi aksi nyata dalam upaya mengurangi risiko bencana,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Senin.
Apel siaga dihadiri oleh perwakilan Polres Kotim, Kodim 1015/Sampit, DPRD, Kejari, BMKG Kotim, Manggala Agni, dan lainnya.
Irawati menjelaskan Kotim pernah mengalami dampak berat dari karhutla ini pada 2015, 2019 dan 2023, termasuk kerugian material, rusaknya lahan produktif dan gambut, meningkatnya kasus Ispa, serta terganggunya kehidupan masyarakat.
“Oleh karena itu, agar bencana karhutla tidak terulang, penting untuk terus siaga dan mengantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Baca juga: Perumahan di Kotim diimbau kelola sampah secara mandiri
Irawati mengemukakan data BMKG menunjukkan hingga 31 Juli 2025, terdapat 130 hotspot (titik api) dan 19,63 hektare lahan terbakar di Kotim.
Seiring penetapan status siaga darurat karhutla di Kotim selama 90 hari, yakni 1 Agustus - 29 Oktober 2025, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat diminta mengerahkan seluruh sumber daya untuk pencegahan dan penanganan karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyebut selain apel siaga, pihaknya juga akan menggelar simulasi karhutla dan pemadaman guna menumbuhkan respons cepat dari personel gabungan terhadap kejadian di lapangan.
Baca juga: Dinkes Kotim gencarkan pemeriksaan kesehatan masyarakat
“Untuk simulasi kami jadwalkan ulang, karena hari ini situasinya tidak memungkinkan, karena baru turun hujan, sedangkan untuk simulasi butuh lahan kering, dan nanti kami upayakan melibatkan lebih banyak sukarelawan,” ujarnya.
Apel siaga diikuti dengan pengecekan kesiapan personel, armada dan peralatan. Untuk BPBD Kotim, ia menyebut persiapan sudah diupayakan semaksimal mungkin, walau ada satu armada yang rusak, sekarang sedang diperbaiki dengan harapan bisa digunakan kembali untuk operasi lapangan.
Baca juga: Legislator Kotim dukung penertiban pedagang untuk hidupkan pasar resmi
Baca juga: BPBD usulkan OMC cegah karhutla di Kotawaringin Timur
