Logo Header Antaranews Kalteng

Pelaksanaan MBG di Kapuas perlu dilakukan evaluasi kembali

Selasa, 5 Agustus 2025 10:49 WIB
Image Print
Suasana peninjauan dan pengawasan pelaksanaan program MBG di salah satu sekolah di Kapuas, Senin (4/8/2025). ANTARA/HO-Diskominfosantik Kapuas.

Kuala Kapuas (ANTARA) - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Vitrianson menyatakan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dilakukan kembali evaluasi, khususnya terhadap pendataan jumlah siswa maupun distribusi pengantaran makanan ke sekolah.

Permintaan tersebut karena di TK Al-Madina ditemukan jumlah makanan yang disalurkan tidak sesuai dengan siswa terdata, kata Vitrianson di Kuala Kapuas, Selasa.

"Kondisi itu yang membuat perlu segera dievaluasi oleh pihak penyedia dengan pihak sekolah, agar semua siswa benar-benar mendapatkan haknya," ucapnya.

Hal itu disampaikan dirinya setelah melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program MBG yang dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah sekolah di Kabupaten setempat.

Vitrianson mengatakan pada waktu pengantaran makanan yang seharusnya dikonsumsi sekitar pukul 09.00 WIB ke atas, justru sudah dikirim sejak pukul 07.00 WIB. Hal ini dikhawatirkan mempengaruhi kualitas makanan, khususnya pada menu sayuran dan lauk pauk seperti ikan.

"Kami minta ke depan penjadwalan pengiriman disesuaikan dengan waktu konsumsi siswa, agar kualitas makanan tetap terjaga saat disantap," katanya.

Dari hasil peninjauan dan wawancara di lapangan, ungkap dia, secara umum pelaksanaan sudah sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, namun masih terdapat catatan yang perlu perbaikan dalam pelaksanaannya.

Sementara terkait peninjauan yang dilakukan pihaknya, sebagai bentuk evaluasi dan pengawasan terhadap kualitas serta ketepatan pelaksanaan program, guna memastikan bahwa makanan bergizi yang disalurkan benar-benar sampai dan dikonsumsi oleh siswa sesuai waktu yang ditentukan.

Baca juga: Disarpustaka Kapuas lakukan pembinaan dan penyampaian LAKI kepada OPD

Melalui peninjauan ini, Pemkab Kapuas sangat mengharapkan pentingnya koordinasi antara SPPG dengan pihak sekolah, yayasan atau pihak penyedia layanan gizi, termasuk memastikan keberadaan petugas pendamping dari Badan Gizi saat proses distribusi makanan berlangsung agar memperhatikan standar operasional yang telah ditetapkan terkait kegiatan dimaksud.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan program MBG ini, dan berharap semangat dan tujuan dari program pusat ini dapat tepat sasaran, tepat moto agar tercipta kader anak bangsa yang berkualitas untuk pembangunan," demikian Vitrianson.

Dalam peninjauan itu, turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dr Tonun Irawaty Panjaitan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kapuas Kusmiatie, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kapuas Edralin.

Baca juga: Bupati minta Damang Kepala Adat diminta jadi tokoh panutan di Kapuas

Baca juga: Legislator Kapuas prihatin atas kecelakaan pegawai DLHK saat antar bantuan tossa

Baca juga: DLHK Kapuas jelaskan terkait kecelakaan pengantaran kendaraan pengangkut sampah



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026