Logo Header Antaranews Kalteng

Kotim tunggu arahan pusat untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat

Rabu, 13 Agustus 2025 06:20 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan terkait perkembangan Sekolah Rakyat di Kotim, Selasa (12/8/2025). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah telah berhasil memenuhi kuota calon murid Sekolah Rakyat dan langkah selanjutnya tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan atau dimulainya sekolah tersebut.

“Untuk progres Sekolah Rakyat di Kotim sejauh ini kami sudah mencapai target untuk calon siswa, bahkan lebih dari 10 persen kuota untuk setiap rombongan belajar (rombel) sesuai permintaan Kementerian Sosial (Kemensos) juga sudah terpenuhi. Berikutnya tinggal menunggu arahan dari pusat,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Selasa.

Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah daerah memang sempat mengalami kendala dalam pemenuhan kuota calon murid Sekolah Rakyat atau yang sementara ini disebut Sekolah Perintis sembari menunggu gedung sekolah yang dibangun oleh pemerintah pusat.

Kendala itu dikarenakan para orang tua atau wali anak untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) enggan membiarkan anak-anaknya tinggal di asrama, sedangkan ketentuan dari Sekolah Rakyat adalah peserta didik harus tinggal di asrama yang disediakan.

Namun, melalui pendekatan intensif yang ia lakukan bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kotim dengan mendatangi satu per satu rumah calon murid akhirnya kendala itu dapat teratasi dan kini kuota calon murid SD pun terpenuhi.

“Sebenarnya, kendala itu bukan hanya terjadi di Kotim tetapi daerah lain juga, khususnya untuk wilayah Kalimantan Tengah. Tetapi, alhamdulillah dengan pendekatan yang kami lakukan akhirnya target calon murid itu terpenuhi,” tuturnya.

Ia melanjutkan, Sekolah Rakyat di Kotim dibuka untuk dua jenjang pendidikan, yakni SMA sesuai usulan awal Pemkab Kotim dan SD sesuai instruksi susulan dari Kemensos, karena setiap Sekolah Rakyat diwajibkan membuka penerimaan murid jenjang SD.

Baca juga: BUMD Habaring Hurung segera luncurkan air minum kemasan "Danum Sampit"

Kuota awal jumlah murid Sekolah Rakyat di Kotim sebanyak 100 orang. Jumlah itu dibagi rata untuk jenjang SD dan SMA, yakni masing-masing 50 anak. Jumlah murid ini nantinya akan dibagi ke dalam dua rombel untuk setiap jenjang pendidikan.

Kemudian, instruksi terbaru dari Kemensos selain kuota awal tersebut, pemerintah daerah juga harus menyiapkan 10 persen calon murid tambahan, sehingga target calon murid yang harus dipenuhi adalah 55 SD dan 55 SMA.

Keseluruhan target itu telah terpenuhi dan saat ini pihaknya hanya menunggu arahan selanjutnya dari pusat, khususnya berkaitan dengan awal operasional Sekolah Rakyat yang diharapkan pada tahun ini juga.

“Sambil menunggu arahan tersebut kami menyelesaikan renovasi gedung yang akan digunakan sebagai Sekolah Perintis. Setelah itu selesai akan segera kami sampaikan ke pusat, mungkin dengan begitu kegiatan belajar mengajar bisa dimulai,” ucapnya.

Ia menyebutkan, progres renovasi gedung Sekolah Perintis sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2025. Gedung ini merupakan eks asrama haji yang berlokasi di kawasan Islamic Center Sampit, Jalan Jenderal Sudirman kilometer 3.

Setelah renovasi itu selesai, pihaknya akan segera melapor ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sebab untuk program Sekolah Rakyat ini melibatkan beberapa kementerian, salah satunya Kementerian PU yang menangani terkait pembangunan.

Ia berharap setelah renovasi itu selesai, maka Kemensos akan menginstruksikan dimulainya Sekolah Rakyat. Terlebih, mengingat sekolah lain umumnya sudah memulai tahun ajaran 2025/2026 pada awal Juli lalu.

“Untuk dimulainya Sekolah Rakyat itu memang kewenangan pusat, termasuk untuk gurunya itu pusat yang menentukan dan Dinas Pendidikan juga masih menunggu juknis terkait kepala sekolahnya. Jadi kita hanya bisa menunggu, kita berharap secepatnya,” demikian Irawati.

Baca juga: Bupati Kotim rencanakan kaji tiru ke Singkawang untuk pengembangan bandara

Baca juga: Kajari Kotim: Kami tidak mencari kesalahan

Baca juga: Bupati Kotim sambut hangat rencana pembangunan rumah sakit swasta



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026