Logo Header Antaranews Kalteng

Program orang tua asuh stunting di Palangka Raya sasar 142 baduta

Kamis, 4 September 2025 15:53 WIB
Image Print
Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak. (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyasar 142 bayi di bawah dua tahun (baduta) pada 2025.

"Total sasaran baduta Genting tahun ini sebanyak 142 anak, dengan orang tua asuh berasal dari unsur pejabat lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, rumah sakit, perhotelan, perguruan tinggi dan masyarakat," kata Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak di Palangka Raya, Kamis.

Dia mengatakan, 142 bayi di bawah dua tahun yang menjadi sasaran ini telah masuk dalam kriteria keluarga kurang mampu sehingga harus mendapatkan perhatian lebih agar segera terlepas dari stunting.

"Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tahun ini telah dimulai dengan dilaksanakannya "Kick Off GENTING" yang berfokus melibatkan berbagai pihak yang miliki kemampuan lebih untuk menjadi orang tua asuh bagi baduta stunting," katanya.

Tindak lanjutnya, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya serta pihak terkait lainnya akan memberikan bantuan dan pendampingan kepada masing-masing keluarga baduta asuhnya.

Baca juga: Amonius Tuyum akan gantikan Jimmy Carter di DPRD Kalteng

Diantaranya dengan melakukan kunjungan dan pemeriksaan kesehatan rutin, memberikan bantuan makanan bergizi pada anak asuh dan juga memberikan edukasi pola asuh yang baik dan benar bagi keluarga Baduta asuh.

Arbert menerangkan, sebelum menetapkan baduta sasaran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, pemerintah menjadikan data EPPGBM Bulan April 2025 sebagai data awal. Data itu kemudian dilakukan skrining.

"Skrining ini data baduta dan keluarga sasaran Program Genting ini untuk memastikan penerima manfaat program ini dan program penanganan stunting tepat sasaran," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menerangkan Program Genting melibatkan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan stunting di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalteng.

Fairid menyampaikan angka prevalensi stunting di Palangka Raya pada 2024 tercatat sebesar 19,1 persen lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.

“Angka ini menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Kami terus berupaya agar prevalensi stunting bisa ditekan semaksimal mungkin dengan melibatkan semua elemen,” ujar Fairid.

Dengan pendekatan konvergensi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat, Fairid berharap angka stunting di Kota Palangka Raya terus menurun. Ia menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas, untuk masa depan daerah.

Baca juga: Wawako Palangka Raya minta pelajar turut jaga ketenteraman dan ketertiban di sekolah

Baca juga: Satpol PP Palangka Raya kukuhkan duta Trantibum di kalangan pendidikan

Baca juga: Fisipol UMPR sambut mahasiswa baru dengan program hasupa hasundau



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026