
Legislator Kotawaringin Timur soroti penataan kota

Sampit (ANTARA) - Legislator dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Abdul Kadir menilai kondisi infrastruktur dan penataan Kota Sampit masih jauh dari kata memadai.
“Banyak jalan, gang, dan saluran air di dalam kota yang kondisinya rusak dan sudah bertahun-tahun tidak tersentuh program atau anggaran,” kata Kadir di Sampit, Sabtu.
Kadir menyoroti kerusakan pada jalan, gang dan sistem drainase di jantung kota terjadi selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan yang berarti. Kondisi ini, menurutnya menjadikan rentan terhadap banjir setiap kali diguyur hujan deras.
Belum optimalnya pemeliharaan sistem drainase merupakan akar masalah utama dari genangan air yang sudah menjadi persoalan rutin di Sampit.
Baca juga: BKSDA Sampit lepas liarkan trenggiling temuan dari TPK Bagendang
Selain itu, ia juga menyinggung isu kebersihan kota yang belum maksimal. Keberadaan depo sampah di kawasan permukiman, khususnya di dekat sekolah juga dianggap tidak sesuai dengan pengelolaan sampah dalam kota yang ideal.
“Depo sampai yang bau tidak sesuai dengan rencana program tata kelola sampah. Serta kebersihan kota yang masih jauh dari harapan untuk menjadi kota yang nyaman dan indah,”sebutnya.
Oleh karena itu, Kadir mendesak pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan menyeluruh pada jalan lingkungan, gang, dan normalisasi saluran air.
Ia juga menekankan pentingnya menggandeng partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pemeliharaan infrastruktur demi hasil yang lebih lestari.
“Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan peningkatan kualitas armada dan jadwal pengangkutan sampah, serta menggencarkan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” demikian Abdul Kadir.
Baca juga: Kobar United raih juara Gubernur Cup Zona Barat 2025
Baca juga: Banjir rob berpotensi terjadi, BPBD Kotim imbau masyarakat waspada
Baca juga: Warga Sampit diimbau bantu pencegahan banjir
Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
