
Digitalisasi pembelajaran, ruang aman tumbuh & berkembang jangkau pelosok Kalteng

Palangka Raya (ANTARA) - Dunia digital yang berkembang begitu pesat rasa-rasanya seperti pedang bermata dua, di satu sisi memang memberi banyak manfaat dan keuntungan namun sisi lainnya juga potensial terhadap berbagai hal negatif.
Oleh karenanya masyarakat sebagai subjek yakni pelaku aktif dalam dunia digital dituntut harus mampu berpikir secara kritis dan cermat.
Menyikapi perkembangan ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tampaknya cukup sigap, bagaimana menyikapi dunia digital yang tumbuh begitu pesat tersebut benar-benar mampu memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Melalui Dinas Pendidikan telah menghadirkan inovasi berupa digitalisasi pembelajaran, yakni sebagai ekosistem pembelajaran yang aman serta inovatif di ruang digital bagi peserta didik.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya agar dapat terus berpacu sehingga di antaranya mampu mengimbangi perkembangan dunia digital yang pesat dan tampak tak terbendung saat ini.

Digitalisasi pembelajaran ini juga sebagai langkah konkret mencegah berbagai hal negatif dari perkembangan dunia digital terhadap anak-anak di Kalimantan Tengah, seperti permainan daring secara berlebih, akses judi daring, serta lainnya akibat keliru dan kurangnya pemahaman anak-anak.
Terpenting, melalui digitalisasi pembelajaran, anak-anak di Kalimantan Tengah salah satunya diberi pemahaman tentang bagaimana menggunakan perangkat digital serta mengakses ekosistem digital secara tepat guna sehingga memberi manfaat nyata.
Anak-anak yang secara bertahap dibekali dengan literasi digital memadai, tentu akan semakin paham mana ekosistem digital bermanfaat dan mana yang akan memberikan kerugian.
Kemampuan literasi digital yang baik pada anak, tentu menjadi benteng paling kuat dan ampuh dalam melindungi mereka dari ancaman negatif yang ada di dunia digital. Learning by doing, atau belajar sambil melakukan, mungkin adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan hal tersebut.
Terobosan ini juga tentu sangat selaras dengan penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut regulasi yang telah berlaku sejak 1 April 2025 ini sebagai dasar bagi negara menghadirkan ruang digital aman, sehat, serta berkeadilan.
Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, yakni melalui terobosan digitalisasi pembelajaran serta PP Tunas ini menjadi bukti negara senantiasa hadir mengawal dan menjaga masyarakat.
Adapun saat ini berbagai sekolah di Kalimantan Tengah baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan sudah menerapkan digitalisasi pembelajaran.
Agar program inovatif ini mampu direalisasikan dengan maksimal dan berjalan dengan baik sampai dengan saat ini, pemerintah provinsi secara bertahap telah melengkapi berbagai sarana prasarana pendukung yang diperlukan sekolah, seperti TV interaktif, panel surya bahkan perangkat internet.
Respons antusias guru dan pelajar
Digitalisasi pembelajaran ini mendapat respons sangat positif dan penuh antusias dari para guru maupun pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kalimantan Tengah.
Seorang guru yang juga Waka Kesiswaan SMKN 4 Palangka Raya Tien mengaku, kehadiran TV interaktif dari pemerintah provinsi untuk menerapkan digitalisasi pembelajaran menjadi solusi efektif sekaligus inovasi pembelajaran tepat bagi dunia pendidikan saat ini.
“Dengan TV interaktif, kita tidak ketinggalan dari sekolah lain. Anak-anak bisa berinteraksi lebih aktif, pembelajaran lebih menarik, dan pastinya terhubung dengan internet yang aman,” ujarnya.
Digitalisasi pembelajaran yang menggunakan TV interaktif tersebut dinilai semakin meningkatkan semangat, ketertarikan dan keterlibatan peserta didik.
Apalagi penyampaian materi yang secara visual menjadi semakin menarik, hingga memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai konten edukasi.
Inovasi pendidikan digital ini juga merambah hingga ke pelosok Kalimantan Tengah. Salah satunya di SMAN 1 Bukit Raya, Kabupaten Katingan, penggunaan TV interaktif mendapat sambutan hangat dari para guru maupun siswa.

Kepala SMAN 1 Bukit Raya Oktawina mengatakan teknologi ini bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi jembatan untuk membuka pengalaman belajar baru bagi sekolah di daerah pedalaman.
SMAN 1 Bukit Raya merupakan sekolah yang berada di Tumbang Kajamei, Bukit Raya, Kabupaten Katingan yang memiliki jarak sekitar 370 kilometer dari ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yakni Palangka Raya.
"Selama ini ada anggapan papan tulis digital hanya bisa dipakai di sekolah-sekolah besar di perkotaan. Tetapi hadirnya teknologi ini di pedalaman justru mematahkan asumsi tersebut. Guru dan siswa sangat antusias," tegasnya.
SMAN 1 Bukit Raya ini sebelumnya telah mendapat bantuan Starlink untuk akses internet serta panel surya sebagai sumber energi listrik. Dengan tambahan fasilitas berupa papan tulis digital, kini proses pembelajaran semakin interaktif dan inklusif.
"Anak-anak di sini bisa merasakan belajar dengan cara baru yang menyenangkan,” tuturnya.
Salah satu hal menarik menurutnya adalah banyaknya peserta didik yang menyebut papan tulis digital atau TV interaktif ini sebagai “HP layar besar”. Istilah yang dipakai itu memberikan gambaran tentang dekatnya generasi muda dengan teknologi.
Sementara itu, salah seorang pelajar dari SMAN 4 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara Gweenysca Prila Putri Apriawan mengatakan sangat senang bisa merasakan digitalisasi pembelajaran.
Dia menilai fasilitas yang dihadirkan pemerintah provinsi ini sangat menunjang pembelajaran berbasis digitalisasi, serta sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.
"Saya merasa Dinas Pendidikan paham apa yang kami sebagai pelajar butuhkan di zaman yang modern ini," ujarnya.
Ragam respons positif ini menunjukkan digitalisasi pembelajaran di Kalimantan Tengah merupakan kebijakan di bidang pendidikan yang sangat tepat dari pemerintah provinsi dalam merespons perkembangan zaman.
Hal ini sudah seyogianya dilakukan pemerintah, agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga mampu menghadapi persaingan serta menjadi pemenang di masa mendatang.
Oleh Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
