
Dosen-Mahasiswa PAI UMPR terpilih jadi presenter internasional ICIR

Palangka Raya (ANTARA) - Dosen S2 Magister PAI FAI UMPR sekaligus GKM FAI UMPR Dr Naufal SAg MAg bersama Mahasiswa PAI UMPR Salsabila Awalia Jahara terpilih dari ratusan Presenter Internasional, Papernya berjudul KALAM SHIA THOUGHT (Study of the Dynamics of Shi'a Development in Kalam Science in Indonesia).
Salsabila Awalia Jahara di Palangka Raya, Minggu menerangkan riset ini dilakukan karena untuk mengetahui bagaimana aliran syiah dapat masuk ke Indonesia.
"Ternyata aliran Syiah ini masuk melewati jalur perdagangan dan mendarat di Aceh karena Aceh merupakan gerbang utama jalur perdagangan internasional di Selat Malaka," katanya.
Penyimpangan ini perlu didampingi dan melakukan sosialisasi agar tidak memicu konflik. Hal harus kita lakukan adalah meningkatkan moderasi beragama, menguatkan pengetahuan tentang bahaya fanatisme sektaria, dan memperluas kampanye literasi keagamaan.
”Forum ini menjadi kesempatan emas bagi saya untuk mengetahui riset-riset yang sangat keren dan bagus yang disampaikan oleh bapak/ibu satu room dengan saya. Dan jangan pernah takut untuk memulai hal baru dan menambah pengalaman kita anak muda untuk kedepannya,” jelas Salsabila Awalia Jahara.
Sementara itu, Dr Naufal SAg MAg menjelaskan Gerakan Keagamaan Baru(Religious Movement) termasuk beberapa penyimpngan aliran teologi Islam, perlu benar-benar mendapatkan perhatian khusus.
Beberapa riset seperti Sumber sejarah menyebut Islam masuk ke Kalimantan sekitar akhir abad ke-15 melalui jaringan dakwah, perdagangan, dan kekuasaan Kesultanan Banjar.
Kesultanan yang wilayah pengaruhnya mencakup sebagian besar wilayah yang sekarang menjadi Kalimantan Tengah seperti Sampit, Kotawaringin, Katingan, Mendawai dan lain-lain.
"Sistem Kaderisasi Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) DPD Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Subli, Subli (2009) Sistem Kaderisasi Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) DPD Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Undergraduate thesis, IAIN Palangka Raya," katanya.
Dia mengatakan, gerakan keagamaan baru seperti Syiah garis keras, HTI, Gavatar perlu perhatian khusus untuk menangkal radikalisme agama seperti gerakan di atas.
"Penguatan Islam Moderat, dengan Moderasi Beragama dan menanamkan Kecintaan terhadap NKRI," tutup Naufal.
Baca juga: Dosen FBIT UMPR latih pengembangan media pembelajaran digital bagi guru
Baca juga: Mahasiswa PAI UMPR juara II Nasional Poster di ajang PAI FAIR 2025
Baca juga: Mahasiswa PAI UMPR melaju ke final PAI Fair 2025 di Ancol
Pewarta : Rendhik Andika
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
