
Diprediksi naik, penumpang libur Nataru melalui Pelabuhan Sampit malah turun

Sampit (ANTARA) - Pergerakan penumpang melalui Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sempat diprediksi naik dibanding tahun sebelumnya, ternyata malah turun.
"Awalnya diprediksi adanya kenaikan penumpang sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun hasil realisasi menunjukkan kondisi berbeda," kata Ketua Posko Angkutan Laut Nataru 2025/2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis di Sampit, Selasa.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, pada Nataru 2024/2025 jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 2.613 orang dan penumpang turun 3.026 orang. Sementara pada Nataru 2025/2026, penumpang naik justru meningkat menjadi 2.837 orang, namun jumlah penumpang turun yang justru menurun menjadi hanya 2.577 orang.
Secara persentase, dari perbandingan tersebut terlihat terjadi kenaikan penumpang naik sebesar 8,57 persen. Namun di sisi lain, jumlah penumpang turun di Pelabuhan Sampit mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 14,83 persen.
Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang angkutan laut pada Nataru 2025/2026 tercatat menurun sebanyak 225 orang atau sekitar 3,99 persen dibandingkan Nataru 2024/2025.
Menurut Muchlis, hasil analisa pihaknya menunjukkan ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan ini. Pertama, periode angkutan Nataru tahun ini lebih pendek. Tahun lalu 22 hari, sementara sekarang hanya 19 hari.
Faktor kedua, yakni faktor cuaca yang membuat sebagian calon penumpang mengurungkan niat bepergian. Faktor Ketiga, adanya peralihan moda transportasi, baik melalui udara maupun pelabuhan lain di sekitar Sampit.
Baca juga: 47 satwa dilindungi di Kotim berhasil diselamatkan sepanjang 2025
Menurutnya, masa angkutan Nataru 2024/2025 ini hanya berlangsung sejak 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025. Sedangkan pada Nataru 2025/2026, periode angkutan hanya berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, atau lebih singkat tiga hari.
Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal mengalami peningkatan signifikan. Pada Nataru 2024/2025 tercatat tujuh call, terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni dan empat kapal milik PT DLU. Sementara pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 11 call, dengan rincian tiga kapal Pelni dan delapan kapal PT DLU. Kedua operator tersebut tetap menjadi layanan utama angkutan laut penumpang di Pelabuhan Sampit.
Ditegaskannya, meskipun jumlah kunjungan kapal atau call lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, hal itu tidak otomatis berdampak pada peningkatan jumlah penumpang.
Tahun lalu hanya tercatat tujuh call kapal, sedangkan pada periode Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 11 call. Namun jumlah penumpang justru mengalami penurunan secara total.
“Seharusnya dengan kapal yang lebih banyak, penumpang juga bertambah. Tapi faktanya, penurunan tetap terjadi. Kemungkinan besar calon penumpang memilih jalur udara atau pelabuhan lain,” jelasnya.
Meski terjadi penurunan penumpang, penyelenggaraan angkutan laut selama periode Nataru dinilai berjalan aman dan lancar. Kapal-kapal penumpang dengan tujuan Surabaya dan Semarang tetap beroperasi normal, meskipun pengawasan terhadap kondisi cuaca terus dilakukan.
Sementara itu, Posko Angkutan Nataru 2025/2026 secara nasional resmi ditutup pada Senin (5/1) oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh KSOP Kelas III Sampit bersama sejumlah instansi, insan perhubungan dan pihak-pihak terkait lainnya.
Penutupan serentak tersebut menandai berakhirnya masa pengawasan terpadu angkutan Nataru yang telah berlangsung sejak 18 Desember 2025.
Baca juga: Prihatin pelajar terpapar radikalisme, akademisi Kotim desak Komdigi blokir game online
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan, penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Nataru merupakan agenda tahunan untuk memastikan kelancaran, keselamatan dan kenyamanan pelayanan transportasi laut kepada masyarakat.
“Selama 19 hari, mulai 18 Desember hingga 5 Januari, kami bersinergi melakukan pengendalian arus penumpang, pengawasan kapal, serta penerapan standar keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, sesuai informasi dari Menteri Perhubungan, pelaksanaan Posko Nataru secara nasional berjalan dengan baik, sukses, humanis, dan lancar berkat dukungan seluruh petugas, TNI, Polri, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Hotman merinci, total penumpang naik angkutan laut selama Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Sampit tercatat sebanyak 2.837 orang, sedangkan penumpang turun mencapai 2.577 orang. Dengan demikian, total pergerakan penumpang selama periode tersebut mencapai 5.414 orang, dengan jumlah kunjungan kapal sebanyak 11 call.
Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, atas komitmen dan kerja sama dalam meyukseskan penyelenggaraan Posko Angkutan Nataru 2025/2026.
“Berkat sinergitas dan koordinasi yang baik, tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu pelayanan. Masyarakat dapat menikmati perjalanan laut dengan aman dan tertib,” demikian Hotman Siagian.
Baca juga: Dishub terapkan sistem kantong parkir saat HUT ke-73 Kotim
Baca juga: Pegiat perlindungan anak sebut pelajar Kotim terpapar radikalisme jadi peringatan keras
Baca juga: HUT ke-73 Kotim dimeriahkan kolaborasi Sampit Expo dan Festival Habaring Hurung
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
