Logo Header Antaranews Kalteng

Menkeu Purbaya kucurkan tambahan Rp100 triliun SAL untuk perbankan

Rabu, 25 Maret 2026 22:10 WIB
Image Print
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah kembali menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun ke perbankan.

Dengan penambahan tersebut, total dana SAL yang telah ditempatkan di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun.

“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp 100 triliun, memasukkan ke sistem perekonomian. Kita jaga likuiditas di sistem keuangan dengan serius,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu.

Tambahan dana tersebut disalurkan menjelang Lebaran guna memastikan likuiditas tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana.

Baca juga: Harga BBM masih bisa ditahan hingga akhir tahun, kata Menkeu Purbaya

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar, khususnya kenaikan imbal hasil obligasi yang mengindikasikan adanya tekanan likuiditas di perbankan.

Menurut Purbaya, pemerintah secara aktif memantau pergerakan imbal hasil (yield) untuk membaca kondisi likuiditas. Kenaikan yield yang cukup tajam menjadi sinyal adanya kekurangan dana di sistem perbankan.

“Kalau bond yield naik 0,1 persen saya udah perhatikan. Naik 0,4 persen, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank. Saya cek, oh betul bank kurang (likuiditas). Saya tambah lagi masukin ke sistem,” kata dia.

Ia menjelaskan, penempatan dana di perbankan juga dapat berdampak pada pasar obligasi, terutama dalam menahan kenaikan yield.

Baca juga: Harga minyak dunia naik, Menkeu pastikan harga BBM subsidi belum naik

Terkait distribusi dana, Purbaya menyebut penempatan dana SAL dilakukan secara fleksibel dan saat ini masih difokuskan pada bank-bank tertentu. Ia mencontohkan salah satu bank daerah yang turut menerima penempatan dana.

“Bank DKI aja dapat Rp 2triliun kalo enggak salah,” ujar Menkeu.

Sementara untuk bank swasta, ia mengindikasikan belum menjadi prioritas pada tahap awal.

Baca juga: Menkeu: THR ASN cair pada pekan pertama Ramadhan

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menempatkan dana sekitar Rp200 triliun. Dengan tambahan terbaru ini, total intervensi likuiditas melalui penempatan dana pemerintah semakin besar mencapai Rp300 triliiun.

Purbaya menegaskan, penempatan dana dilakukan secara fleksibel dan menjadi bagian dari strategi pengelolaan kas negara. Langkah ini juga bertujuan menahan kenaikan yield agar tidak bergerak terlalu tajam.

Dengan adanya tambahan likuiditas, perbankan diharapkan memiliki ruang untuk membeli obligasi sehingga tekanan di pasar dapat mereda.

Baca juga: Menkeu Purbaya pastikan utang Indonesia masih batas aman

Baca juga: Purbaya prediksi ekonomi RI stabil dan ekspansif sampai 2033

Baca juga: Rosan Roeslani--Purbaya diminta Prabowo rutin roadshow ke "stakeholders" global

Baca juga: Siapkan Rp55 triliun, Menkeu harapkan THR PNS cair awal puasa



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026