
Pemprov Kalimantan Tengah gerak cepat cegah anak di Kapuas putus sekolah

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bergerak cepat merespons informasi seorang anak di Kabupaten Kapuas, yang terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
"Tim kami sudah turun mendatangi adik tersebut dan sudah kita daftarkan ke SMKN 3 Kuala Kapuas yang ada fasilitas asrama dengan jurusan pertanian dan perkebunan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo di Palangka Raya, Rabu.
Informasi ini berawal dari video viral yang menampilkan seorang anak di Kabupaten Kapuas yang terancam putus sekolah belum lama ini. Dalam video itu terlihat kondisi sederhana tempat tinggal seorang anak yang berdomisili di Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir.
Dijelaskan juga anak tersebut memiliki nilai kelulusan SMP mencapai 80,5, namun harus bekerja serabutan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus mengumpulkan biaya agar dapat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Reza mengatakan pemilihan untuk pendaftaran di SMKN 3 Kuala Kapuas, karena memiliki fasilitas yang dapat membantu peserta didik tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan tempat tinggal maupun biaya pendukung lainnya.
Dia menekankan respons ataupun langkah cepat yang dilakukan Disdik Kalteng ini sejalan dengan arahan Gubernur Agustiar Sabran yang terus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak daerah, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, dari pedalaman dan wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Baca juga: Kemendikdasmen bersiap revitalisasi berbagai sekolah di Kalteng pada 2026
Respons sigap Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah pun mendapat apresiasi dari masyarakat di media sosial. Banyak yang menilai tindakan cepat tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Reza mengatakan dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak berharap tidak ada lagi anak Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan biaya.
Baca juga: Pj Sekda Kalteng: Operasi katarak gratis wujud tanggungjawab pemerintah
Baca juga: Bulog Kalteng optimalkan penyerapan dukung capaian nasional 3 juta ton setara beras
Baca juga: FKIP UPR Prodi Bahasa Inggris galakkan 'English Hours' di perpustakaan Kalimantan Tengah
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
