Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harappano Mandouw menekankan, Bendera Merah Putih merupakan identitas bangsa, sehingga tidak dapat diganti dengan simbol lain.

"Saat ini kan masih ramai tren viral sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece di beberapa daerah," katanya, Selasa.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap simbol negara, khususnya bendera Merah Putih.

Meskipun fenomena tersebut memicu beragam respon, baik yang menganggapnya sekadar hiburan, maupun yang menilai hal tersebut kurang tepat di momen sakral kemerdekaan, namun bendera Merah Putih merupakan identitas negara yang tak tergantikan.

"Semangat merayakan kemerdekaan memang perlu kita jaga, tetapi jangan sampai keseruan itu menggeser nilai-nilai nasionalisme yang telah diwariskan oleh para pahlawan," ucapnya.

Hero menegaskan, tidak ada alasan yang membenarkan penggantian atau penempatan simbol lain sebagai pengganti bendera negara, terlebih di momen bersejarah seperti HUT RI.

Baca juga: DPRD Palangka Raya ingatkan pemerintah kelola APBD dengan bijak

Hal ini dikarenakan bendera tersebut merupakan lambang perjuangan dan persatuan, dengan mengganti atau menurunkannya untuk simbol lain. Hal itu berarti tidak menghargai jasa para pendahulu bangsa.

Ia juga mengingatkan, kebebasan berekspresi tidak berarti bebas tanpa batas, tetapi setiap tindakan harus mempertimbangkan aturan hukum yang berlaku, serta etika dan nilai-nilai kebangsaan.

"Kalau ada aspirasi atau pesan yang ingin disampaikan, gunakanlah jalur yang benar dan sesuai hukum. Jangan sampai tindakan yang kita lakukan justru merusak makna peringatan kemerdekaan," ujarnya.

Selain itu, Hero mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum HUT ke-80 RI sebagai ajang memperkuat persatuan dan kesadaran berbangsa.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat dapat ikut menjaga keamanan dan ketertiban agar perayaan berlangsung lancar dan khidmat.

"Mari rayakan kemerdekaan dengan cara yang positif, kreatif, dan tetap menghormati simbol negara. Dengan begitu, semangat kemerdekaan bisa dirasakan semua kalangan tanpa mengurangi nilai luhur bangsa," demikian Hero.

Baca juga: DPRD Palangka Raya dukung penuh peningkatan jalan pemukiman

Baca juga: DPRD minta RSUD Muara Teweh tingkatkan pelayanan tanpa pandang status sosial

Baca juga: Bapemperda Kotim ajukan perubahan perda hak keuangan dan administrasi legislatif