Sampit (ANTARA) - Insiden seorang penumpang KM Dharma Rucitra VI jurusan Sampit-Semarang bernama Sefnat Onesimus (42) yang dinyatakan hilang setelah melompat ke laut Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur,  Kalimantan Tengah, ditanggapi oleh pihak keluarga yang menyatakan mengikhlaskan kejadian yang dianggap sebagai musibah tersebut.

"Pihak keluarga korban ada di Jakarta. Mereka menyatakan ikhlas dan tidak akan menuntut karena menganggap ini adalah musibah. Mereka kami kirimi juga rekaman CCTV saat korban melompat ke laut," kata Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Hendrik Sugiharto di Sampit, Kamis.

Insiden maut itu terjadi Senin (1/9/2025) sekitar pukul 16.13 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan melihat rekaman kamera CCTV, korban yang diketahui mengalami gangguan mental tersebut diduga sengaja melompat ke laut.

Saat kejadian, petugas sempat berusaha mencegah aksi nekat korban. Namun saat itu korban tiba-tiba berlari dan langsung melompat sehingga tidak sempat terkejar.

Petugas di kapal berusaha memberi pertolongan dengan melemparkan pelampung keselamatan yang dilengkapi lampu dengan harapan korban bisa bertahan agar tidak tenggelam. Namun hingga kapal memutar berbalik ke lokasi kejadian, korban tetap tidak ada terlihat.

Kapal sempat berputar sebanyak tiga kali mencari di lokasi kejadian, namun korban tidak ditemukan. Pihak kapal kemudian melaporkan kejadian, setelah itu meminta izin melanjutkan perjalanan.

Baca juga: DPRD Kotim dukung penguatan kelembagaan pemilu untuk demokrasi berkualitas

"Itu sudah sesuai aturan. Sudah tiga kali bermanuver mencari tetapi tidak ditemukan, maka kapal melanjutkan perjalanan. Kondisi keselamatan penumpang yang lebih banyak di kapal, juga perlu menjadi perhatian, makanya perjalanan dilanjutkan," sambung Hendrik.

Menurut Hendrik, kejadian tersebut berada di laut lepas dan sudah jauh dari muara. Dengan kondisi seperti itu, memang cukup sulit melakukan pencarian korban.

"Tapi tentu kita terus mendukung dan mendoakan upaya pencarian yang saat ini masih dilakukan oleh tim gabungan. Mudah-mudahan membuahkan hasil," demikian Hendrik.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur Multazam mengatakan, pencarian masih dilanjutkan namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Hasil pengarahan Kamis pagi, tim dibagi menjadi dua regu. Regu 1 menggunakan perahu karet menyisir ke arah timur jalur laut. Sementara itu Regu 2 menggunakan kendaraan roda 2 ke arah pesisiran barat di bibir pantai.

"Hasil masih nihil. Korban belum ditemukan. Sementara tim standby beristirahat siang di Pos Tebing Kalap. Sambil menunggu kondisi gelombang dan cuaca reda dikarenakan gelombang pada siang mulai tinggi. Kalau dari titik jatuhnya, kurang lebih 15 sampai 16 kilometer," demikian Multazam.

Baca juga: Kapolres Kotim sebut kamtibmas tetap terkendali pasca demo

Baca juga: Kotim tunggu hasil verifikasi dan identifikasi Program Tiga Juta Rumah

Baca juga: ASN di Kotim adu hebat tim voli dan futsal