Sampit (ANTARA) - Sudah 18 hari Bripda Muhammad Fadel, anggota Satuan Intelkam Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah hilang dan hingga kini belum ada kabar sehingga membuat pihak keluarga semakin cemas.

"Cepat pulang. Keluarga menunggu di rumah. Seluruh keluarga berharap Fadel bisa pulang dalam keadaan sehat wal afiat," kata Nur Fenti Indriani dan Musrifah yang merupakan kakak dan ibu Fadel saat memberikan keterangan di Sampit, Senin.

Dengan mata berkaca-kaca Fenti menyampaikan harapan keluarga agar Fadel bisa kembali ke tengah-tengah keluarga dengan kondisi selamat, sehat wal afiat. 

Mereka memperlihatkan beberapa foto Fadel, termasuk foto polisi yang masuk melalui jalur prestasi itu mengenakan kemeja putih yang merupakan momen terakhir pihak keluarga melihatnya pada Rabu (20/8/2025) lalu.

Hingga kini keberadaan Fadel belum diketahui. Kabar Fadel terdeteksi berada di Makassar pun diragukan oleh pihak keluarga karena setelah ditelusuri diduga hanya kesamaan nama penumpang dengan nama Fadel. Namun pihak keluarga juga belum mengetahui apakah Fadel masih berada di Kotawaringin Timur atau sudah pergi ke luar daerah.

Pihak keluarga meminta bantuan masyarakat yang mengetahui keberadaan Fadel agar bisa segera memberitahukan kepada pihak keluarga maupun polisi. Pihak keluarga sangat cemas dengan kondisi keselamatan Fadel.

Selama ini Fadel dinilai sebagai anak yang baik. Setiap bepergian, dia selalu memberitahukan kepada sang ibu maupun Zainudin sang ayah. Fadel juga diketahui tidak pernah pergi jauh, apalagi dalam waktu lama. 

"Dari keluarga tidak mendengar keluhan apapun dari Fadel. Semua biasa saja. Makanya kami sangat kaget. Kami belum tahu apa penyebabnya. Dia juga tidak pernah curhat yang aneh-aneh," ujar Fenti.

Baca juga: Bupati Kotim: Kehadiran pabrik pengolahan sawit bawa banyak manfaat

Sementara itu, Rusdi Agus Susanto dari Lawfirm RAS Official yang ditunjuk pihak keluarga sebagai kuasa hukum mengatakan, hilangnya Fadel menjadi pukulan berat bagi keluarga. Bahkan sang ayah, Zainudin saat ini sedang kurang sehat sehingga tidak bisa ikut hadir.

Agus berharap hilangnya Fadel menjadi perhatian semua pihak, khususnya Polres Kotawaringin Timur. Apalagi, Fadel merupakan anggota Polri.

Dia menceritakan, terakhir Fadel yang merupakan anggota Satuan Intelkam meminta diantar ke rumah pimpinan kesatuannya yang ada di Jalan DI Pandjaitan pada Rabu (20/8) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kamis (21/8) pagi, seorang senior Fadel di Satuan Intelkam datang ke rumah menanyakan mengapa Fadel tidak masuk berdinas. Hal itu kontan membuat keluarga mulai panik karena keluarga pun sedang kebingungan lantaran Fadel tidak pulang ke rumah dan tidak diketahui keberadaannya.

Minggu (24/8), pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya Fadel ke SPKT Polres Kotawaringin Timur, namun kemudian diarahkan melapor ke Propam lantaran Fadel berstatus anggota Polri.

Beberapa hari kemudian, pihak keluarga kembali melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres dan penyelidikan pun mulai dilakukan Satreskrim Polres dengan meminta keterangan sejumlah pihak, khususnya pihak keluarga.

Selasa (30/8), pihak keluarga bersama tim hukum kembali mendatangi Polres untuk menanyakan perkembangan masalah ini. Sayangnya pihak keluarga belum mendapat kabar gembira karena Satreskrim menyatakan masih melakukan penyelidikan. 

Senin pagi hingga siang hari ini, pihak keluarga bersama tim hukum kembali mendatangi Polres Kotawaringin Timur untuk menanyakan perkembangan penyelidikan dan pencarian. Namun lagi-lagi pihak keluarga harus gigit jari lantaran pihak Satreskim Polres Kotawaringin Timur belum ada memberikan kabar gembira terkait perkembangan pencarian Fadel.

"Pihak keluarga semakin cemas dan semakin stres. Bapaknya kurang fit  sampai pihak keluarga pun ada yang berpikiran apakah Fadel masih ada di dunia atau tidak. Itu pemikiran kita orang awam," tambahnya.

Saat ini pihak keluarga masih mengkaji dan mendalami lagi kondisi yang terjadi. Pihak keluarga juga sedang mempertimbangkan untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan penanganan ini kepada Polda Kalteng, Mabes Polri, Komnas HAM maupun langkah lanjut lainnya.

Baca juga: Pemkab Kotim usulkan raperda atasi konflik dan pemulihan sosial

Baca juga: Bupati Kotim siap bersama masyarakat desak realisasi plasma

Baca juga: BMKG Kotim imbau waspada banjir meski musim kemarau