Sampit (ANTARA) - DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengapresiasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang menginisiasi sosialisasi dalam rangka pemulihan kawasan rawan narkoba dan mendorong adanya tindak lanjut dari kegiatan tersebut.

“Perlu adanya tindak lanjut dari kegiatan ini dan kami dari DPRD Kotim siap mendukung, salah satunya dalam hal penganggaran,” kata Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang Siswanto di Sampit Senin.

Hal ini ia sampaikan usai mengikuti kegiatan sosialisasi bersama tim terpadu yang dipimpin oleh BNNK Kotim yang berlokasi di kawasan belakang bekas Gedung Bioskop Golden Theater atau eks Golden yang terkenal rawan aktivitas jual beli narkoba.

Dalam kegiatan itu Dadang didampingi Wakil Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah dan dua anggota komisi tersebut, yakni Marudin dan Sihol Parningotan Lumban Gaol.

Dadang menilai, kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya pemulihan kawasan rawan narkoba, yakni dengan memberikan edukasi mengenai bahaya, dampak dan jenis narkoba, karena ternyata masih banyak yang belum tau jenis-jenis narkoba.

“Melalui kegiatan ini kita juga bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran narkoba, karena ini tugas kita bersama, mulai dari lapisan masyarakat hingga aparatur pemerintahan,” ujarnya.

Baca juga: DPRD Kotim kooperatif terkait penggeledahan oleh Kejati

Ia menekankan kegiatan sosialisasi oleh tim terpadu BNNK Kotim harus memiliki tindak lanjut konkret dan berkelanjutan. Terlebih dengan adanya permintaan masyarakat untuk pembangunan posko terpadu di lokasi tersebut. 

Ia meminta BNNK Kotim segera merumuskan teknis dan personel yang terlibat agar kebutuhan anggaran dapat segera dipetakan oleh legislatif. Dengan begitu, pihaknya bisa membantu dalam pengusulan anggarannya ke pemerintah daerah.

“Tadi sudah kita dengar bersama keinginan warga di sini adalah dibuatkan posko. Maka kami dari DPRD berharap ada follow up, ada tindak lanjut nanti setelah perjumpaan hari ini,” tegasnya.

Dadang juga menceritakan pengalaman mengejutkan saat memasuki kawasan belakang eks Golden yang diibaratkannya mirip suasana film kartel. Ia menyaksikan langsung sejumlah oknum yang diduga sedang bertransaksi narkoba mendadak lari kocar-kacir saat rombongan tiba.

“Saya membayangkan seperti film Hongkong atau kartel-kartel. Tadi ada beberapa warga yang indikasinya mengarah ke transaksi narkoba, sudah dicoba diikuti tapi mereka kabur duluan, sempat kocar-kacir tadi,” bebernya.

Melihat fakta tersebut, ia menilai citra rawan narkoba di wilayah itu memang benar adanya dan harus segera ditanggapi secara serius. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terus berlarut karena sangat meresahkan masyarakat sekitar.

“Ternyata cerita orang rawan narkoba di sini memang benar, kita melihat secara langsung dan ini tidak bisa kita biarkan. Makanya sekali lagi saya tegaskan bahwa ini adalah tugas kita bersama, mulai dari lapisan masyarakat paling ujung sampai kepada aparatur pemerintah,” demikian Dadang.

Baca juga: Kejati Kalteng geledah KPU, Kesbangpol hingga Setwan Kotim

Baca juga: BNNK Kotim pimpin tim terpadu datangi kawasan rawan narkoba

Baca juga: Dekranasda Kotim gali potensi pelajar lewat lomba ecoprint